26 Ribu Warga Bekasi Belum Terekam e-KTP
Jum'at, 05 September 2014 - 01:30 WIB
26 Ribu Warga Bekasi Belum Terekam e-KTP
A
A
A
BEKASI - Pemkot Bekasi mencatat ribuan warganya belum merekamkan data diri untuk pembuatan e-KTP hingga tahun ini. Untuk itu, pegawai pemerintah setempat akan segera melakukan jemput bola.
"Warga yang belum terekam e-KTP sebanyak 26 ribu. Kami khawatir mereka berkartu identitas ganda," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Alexander Zulkarnaen kepada Koran SINDO di Bekasi, Kamis 4 September 2014.
Alex mengaku, ada beberapa faktor penyebab banyaknya penduduk yang belum memiliki e-KTP. Salah satunya kinerja di tingkat kelurahan yang lamban dan kemauan warga sendiri yang kurang untuk merekam e-KTP ini.
Sehingga, kata dia, pihaknya akan meningkatkan kinerja dan peran setiap kelurahan maupun kecamatan untuk bisa berkomitmen menerapkan e-KTP.
"Mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat tertib administrasi," katanya.
Selain itu, lanjut dia, faktor lainnya adalah minimnya pemahaman warga akan pentingnya kartu identitas. Ditambah tingginya arus urbanisasi ke wilayah Kota Bekasi tiap tahunnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah keseluruhan penduduk Kota Bekasi saat ini tercatat sebanyak 2,2 juta jiwa. Sedangkan warga yang wajib memiliki kartu identitas berjumlah 1,4 juta jiwa sedangkan yang tak mempunyai identitas ada 26 ribu.
Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menambahkan, kartu identitas kependudukan merupakan data dasar yang harus dimiliki seluruh penduduk dengan minimal usia 17 tahun. "Kartu identitas sangat penting," tambahnya.
Bahkan, kata dia, jumlah warga miskin bisa terlihat dari data dasar kependudukan tersebut. "Ketika database yang dibuat sedemikian tak tertib maka bisa jadi kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran," tegasnya.
"Warga yang belum terekam e-KTP sebanyak 26 ribu. Kami khawatir mereka berkartu identitas ganda," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Alexander Zulkarnaen kepada Koran SINDO di Bekasi, Kamis 4 September 2014.
Alex mengaku, ada beberapa faktor penyebab banyaknya penduduk yang belum memiliki e-KTP. Salah satunya kinerja di tingkat kelurahan yang lamban dan kemauan warga sendiri yang kurang untuk merekam e-KTP ini.
Sehingga, kata dia, pihaknya akan meningkatkan kinerja dan peran setiap kelurahan maupun kecamatan untuk bisa berkomitmen menerapkan e-KTP.
"Mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat tertib administrasi," katanya.
Selain itu, lanjut dia, faktor lainnya adalah minimnya pemahaman warga akan pentingnya kartu identitas. Ditambah tingginya arus urbanisasi ke wilayah Kota Bekasi tiap tahunnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah keseluruhan penduduk Kota Bekasi saat ini tercatat sebanyak 2,2 juta jiwa. Sedangkan warga yang wajib memiliki kartu identitas berjumlah 1,4 juta jiwa sedangkan yang tak mempunyai identitas ada 26 ribu.
Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menambahkan, kartu identitas kependudukan merupakan data dasar yang harus dimiliki seluruh penduduk dengan minimal usia 17 tahun. "Kartu identitas sangat penting," tambahnya.
Bahkan, kata dia, jumlah warga miskin bisa terlihat dari data dasar kependudukan tersebut. "Ketika database yang dibuat sedemikian tak tertib maka bisa jadi kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran," tegasnya.
(mhd)