Ini Harapan Ahok untuk Legislator Baru
Minggu, 24 Agustus 2014 - 16:09 WIB
Ini Harapan Ahok untuk Legislator Baru
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 tak menjadi penghalang untuk menciptakan sistem e-ticketing. Sebab, sistem ini guna mengantisipasi terjadinya mark-up atau penggelembungan dana.
"Harapan saya sih semua mau menerima e-budgeting. Karena itu penting. Terus tidak ada lagi mark up mark up, semua biaya satuan mesti jelas. Jadi setiap sen yang kita kumpulkan dari rakyat itu enggak boleh disia-siakan," ujarnya di Gedung Manggala Wanabakti usai menghadiri Halal Bihalal warga Bangka Belitung di Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014).
Ahok berharap, anggota DPRD yang baru mau menyetujui Perda Beasiswa yang akan diubah dan rencananya akan menggantikan atau melengkapi Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Alasan saya sederhana, karena 40 persen warga DKI usia 16-18 tahun tidak sekolah, tidak selesai SMA, makanya kita ingin tidak ada lagi anak-anak putus sekolah sampai kuliah. Karena nanti 2025 kita akan menerima bonus demografi. Anak sekolah enggak bisa kuliah, kita enggak bisa bersaing. Tahun depan masyarakat ekonomi asean, itu masalahnya," pungkasnya.
Selain itu, Ahok juga berharap, ada dorongan yang pasti dari anggota dewan untuk hal yang lainnya seperti PKL dan revitalisasi Kota Tua.
"Yang mendesak tentunya tadi e-catalog kan semua barang dan jasa. Jadi tidak ada lagi pengadaan barang dan jasa lagi. Itu yang berkaitan dengan anggaran. Selain itu juga, anggota dewan terpilih bisa memberikan dorongan untuk PKL, Kota Tua, kalau bus sudah didukung oleh dewan yang sekarang (2009-2014) juga dukung," pungkasnya.
"Harapan saya sih semua mau menerima e-budgeting. Karena itu penting. Terus tidak ada lagi mark up mark up, semua biaya satuan mesti jelas. Jadi setiap sen yang kita kumpulkan dari rakyat itu enggak boleh disia-siakan," ujarnya di Gedung Manggala Wanabakti usai menghadiri Halal Bihalal warga Bangka Belitung di Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014).
Ahok berharap, anggota DPRD yang baru mau menyetujui Perda Beasiswa yang akan diubah dan rencananya akan menggantikan atau melengkapi Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Alasan saya sederhana, karena 40 persen warga DKI usia 16-18 tahun tidak sekolah, tidak selesai SMA, makanya kita ingin tidak ada lagi anak-anak putus sekolah sampai kuliah. Karena nanti 2025 kita akan menerima bonus demografi. Anak sekolah enggak bisa kuliah, kita enggak bisa bersaing. Tahun depan masyarakat ekonomi asean, itu masalahnya," pungkasnya.
Selain itu, Ahok juga berharap, ada dorongan yang pasti dari anggota dewan untuk hal yang lainnya seperti PKL dan revitalisasi Kota Tua.
"Yang mendesak tentunya tadi e-catalog kan semua barang dan jasa. Jadi tidak ada lagi pengadaan barang dan jasa lagi. Itu yang berkaitan dengan anggaran. Selain itu juga, anggota dewan terpilih bisa memberikan dorongan untuk PKL, Kota Tua, kalau bus sudah didukung oleh dewan yang sekarang (2009-2014) juga dukung," pungkasnya.
(mhd)