Pelaku Paedofil di Semarang Diperiksa Intensif

Jum'at, 22 Agustus 2014 - 17:01 WIB
Pelaku Paedofil di Semarang...
Pelaku Paedofil di Semarang Diperiksa Intensif
A A A
SEMARANG - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sembilan bocah di Kecamatan Candisari, Semarang, masih terus didalami pihak kepolisian. Terlapor Az (35), saat ini masih terus menjalani pemeriksaan intensif.

Az resmi diperiksa setelah warga yang anaknya menjadi korban pelecehan melaporkannya ke Mapolrestabes Semarang. Az dilaporkan secara resmi dengan nomor laporan LP/B/1346/VIII/2014/Jtg/Restabes.

Saat wartawan mencoba menemui Az untuk meminta keterangan panjang, dirinya selalu mengelak. Meski begitu, Az mengakui perbuatannya tersebut. "Iya saya melakukannya. Saya lakukan (pelecehan seksual) itu mulai sebelum Lebaran. Saat itu anak-anak itu sedang liburan sekolah," kata dia, Jumat (22/8/2014).

Az memilih diam saat ditanya mengenai motif dari kelakuannya itu. Ia memilih menundukkan kepalanya sembari diam. "Saya tidak tahu," jawabnya singkat.

Sementara itu, RT setempat, Sutriono, mengatakan, saat masyarakat mendatangi rumah pelaku, Az mengakui perbuatannya. Bahkan, saat warga meminta Az untuk menuliskan siapa-siapa saja anak yang menjadi korbannya, Az mematuhinya. "Dia (Az) menuliskan di secarik kertas siapa saja nama anak-anak yang menjadi korbannya. Dia menuliskan ada sembilan anak," ujar Sutriono.

Setelah selesai menuliskan nama-nama itu, Az juga diminta untuk menandatangani kertas berisi nama-nama korbannya itu. Hal itu dilakukan untuk barang bukti laporan ke Mapolrestabes Semarang. "Setelah itu, langsung kami gelandang dia ke Mapolrestabes Semarang."

Menurut Sutriono, pelaku mengajak anak-anak itu bermain di rumahnya. Kemudian, bocah-bocah itu diajak bermain aplikasi sejumlah game atau permainan lewat laptop dan komputer tablet. Selanjutnya, pelaku memutarkan film-film porno lalu mempertontonkannya kepada para korban. Kemudian, pelaku melakukan pelecehan seksual dengan cara menggerayangi dan memainkan alat kelamin bocah-bocah itu. "Katanya, pelecehan itu terjadi dalam waktu yang berbeda selama beberapa pekan belakangan."

Pelaku, lanjut Sutriono, juga mengaku mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada orangtuanya bahwa mereka telah menonton film porno. Karena ketakutan, anak-anak itu akhirnya menurutinya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan bocah di Kecamatan Candisari, Semarang dikabarkan menjadi korban pelecehan seksual. Pelakunya diduga seorang paedofilia atau orang yang mempunyai selera seksual terhadap anak kecil.
(zik)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Maklumat Pencegahan...
Maklumat Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual
Aksi Teatrikal Setop...
Aksi Teatrikal Setop Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
SMK Waskito Pamulang...
SMK Waskito Pamulang Beri Sanksi Tegas Terduga Pelaku Pelecehan Siswi
Prihatin Kasus Pelecehan...
Prihatin Kasus Pelecehan Seksual Marak, Coach Rheo: Pesona Seks Kalahkan Akal Sehat
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
43 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
2 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved