Pemkot Solo Bakal Bangun Dua Overpass
Sabtu, 16 Agustus 2014 - 04:04 WIB
Pemkot Solo Bakal Bangun Dua Overpass
A
A
A
SOLO - Pemerintah Kota Solo bakal membangun overpass di dua perlintasan sebidang kereta api yang ada di Kota Solo. Pembangunan overpass itu dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan yang timbul saat kereta api melintas.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebutkan overpass tersebut bakal dibangun di Perlintasan Kereta Api Agas dan juga Perlintasan Pasar Nongko. Dua lokasi itu menurutnya sangat rawan kemacetan sehingga pantas untuk dibangun overpass. Dengan dibangunnya overpass, menurutnya, saat kereta melintas arus lalu lintas kendaraan bermotor tidak perlu berhenti karena tidak akan bersinggungan langsung.
"Overpass itu konsepnya seperti flyover, namun ukurannya kecil dan jaraknya juga kecil," ucapnya kepada KORAN SINDO, Jumat (15/8/2014).
Biaya pembangunan untuk overpass itu dinilai sangat kecil. Bahkan, biayanya terpaut setengah dari biaya pembangunan underpass atau flyover. Dengan biaya yang lebih ringan, pembangunan itu akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo Tahun Anggaran 2015.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal melakukan kajian untuk pembangunan overpass itu. Jika kajian itu sudah selesai dilakukan, pembahasan dana untuk pembangunan overpass bakal segera dibahas dan bisa dimulai pembangunannya pada 2015. "Kalau overpass, pada saat pembangunan tidak memerlukan pembebasan tanah yang banyak, beda dengan underpass atau flyover."
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Solo Yosca Herman Soedrajad menyebutkan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan overpass itu. Setelah itu, hasil kajian dan usulan segera disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubunghan Darat Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, usulan awal di dua lokasi itu adalah underpass. Namun karena dinilai pembangunannya terlalu mahal, dialihkan kepada overpass. Akan tetapi hal itu tidak masalah karena sama-sama untuk mengatasi solusi kemacetan yang selalu terjadi saat kereta melintas. "Kita akan bahas itu dalam waktu dekat. Setelah itu baru kita usulkan kembali karena usulan sebelumnya sudah masuk datar antrean," ucapnya.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebutkan overpass tersebut bakal dibangun di Perlintasan Kereta Api Agas dan juga Perlintasan Pasar Nongko. Dua lokasi itu menurutnya sangat rawan kemacetan sehingga pantas untuk dibangun overpass. Dengan dibangunnya overpass, menurutnya, saat kereta melintas arus lalu lintas kendaraan bermotor tidak perlu berhenti karena tidak akan bersinggungan langsung.
"Overpass itu konsepnya seperti flyover, namun ukurannya kecil dan jaraknya juga kecil," ucapnya kepada KORAN SINDO, Jumat (15/8/2014).
Biaya pembangunan untuk overpass itu dinilai sangat kecil. Bahkan, biayanya terpaut setengah dari biaya pembangunan underpass atau flyover. Dengan biaya yang lebih ringan, pembangunan itu akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo Tahun Anggaran 2015.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal melakukan kajian untuk pembangunan overpass itu. Jika kajian itu sudah selesai dilakukan, pembahasan dana untuk pembangunan overpass bakal segera dibahas dan bisa dimulai pembangunannya pada 2015. "Kalau overpass, pada saat pembangunan tidak memerlukan pembebasan tanah yang banyak, beda dengan underpass atau flyover."
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Solo Yosca Herman Soedrajad menyebutkan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan overpass itu. Setelah itu, hasil kajian dan usulan segera disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubunghan Darat Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, usulan awal di dua lokasi itu adalah underpass. Namun karena dinilai pembangunannya terlalu mahal, dialihkan kepada overpass. Akan tetapi hal itu tidak masalah karena sama-sama untuk mengatasi solusi kemacetan yang selalu terjadi saat kereta melintas. "Kita akan bahas itu dalam waktu dekat. Setelah itu baru kita usulkan kembali karena usulan sebelumnya sudah masuk datar antrean," ucapnya.
(zik)