Pemkot dan Intelijen Gelar Rapat Tertutup Soal ISIS
Jum'at, 15 Agustus 2014 - 14:47 WIB
Pemkot dan Intelijen Gelar Rapat Tertutup Soal ISIS
A
A
A
DEPOK - Pemerintah Kota Depok bersama Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Depok menggelar rapat koordinasi guna mengantisipasi gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Depok dikenal sebagai kota transit atau lintas wilayah, belakangan juga tak jarang kasus terorisme tercium di Depok hingga kasus bom Beji.
Guna mewaspadai hal itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok Syahrizal menegaskan, rapat koordinasi tertutup tersebut digelar untuk menyimak perkembangan situasi Depok, dengan adanya persoalan-persoalan gerakan ISIS atau radikalisme. Hadir Kominda mewakili Muspida, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kemenag, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
"Paling tidak kita mencermati situasi perkembangan luar, melihat kondisi Depok saat ini, langkah-langkah preventif dan preemtif," tegasnya di Balai Kota Depok, Jumat (15/8/2014).
Sebagai kota perlintasan, kata Syahrizal, pihaknya juga mewaspadi wilayah perbatasan seperti Bojongsari, Cinere, dan lainnya. Tak sedikit pula rumah kontrakan atau kost di Depok yang hanya sebagai tempat singgah pendatang baru.
"Depok daerah transit, ini yang kita waspadai. Banyak yang hanya singgah dan memilih kontrakan di sini. Rapat hari ini akan dilaporkan ke Pak Wali Kota dan aparat terkait," tegasnya.
Kesbangpol Linmas Kota Depok juga menyasar waspada pergerakan ISIS di sekolah melalui pendidikan wawasan kebangsaan.
"Lewat pendidikan wawasan kebangsaan, masuk ke sekolah, ada 18 sekolah, SMU, SMK, dan SD," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Depok Kombes Pol Ahmad Subarkah meminta seluruh masyarakat melaporkan jika ada temuan komunitas atau pergerakan yang mencurigakan baik dari isi khutbah, aktivitas, gaya berpakaian, hingga pengajian tertutup. Hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya aktivitas ISIS di Depok.
Guna mewaspadai hal itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok Syahrizal menegaskan, rapat koordinasi tertutup tersebut digelar untuk menyimak perkembangan situasi Depok, dengan adanya persoalan-persoalan gerakan ISIS atau radikalisme. Hadir Kominda mewakili Muspida, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kemenag, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
"Paling tidak kita mencermati situasi perkembangan luar, melihat kondisi Depok saat ini, langkah-langkah preventif dan preemtif," tegasnya di Balai Kota Depok, Jumat (15/8/2014).
Sebagai kota perlintasan, kata Syahrizal, pihaknya juga mewaspadi wilayah perbatasan seperti Bojongsari, Cinere, dan lainnya. Tak sedikit pula rumah kontrakan atau kost di Depok yang hanya sebagai tempat singgah pendatang baru.
"Depok daerah transit, ini yang kita waspadai. Banyak yang hanya singgah dan memilih kontrakan di sini. Rapat hari ini akan dilaporkan ke Pak Wali Kota dan aparat terkait," tegasnya.
Kesbangpol Linmas Kota Depok juga menyasar waspada pergerakan ISIS di sekolah melalui pendidikan wawasan kebangsaan.
"Lewat pendidikan wawasan kebangsaan, masuk ke sekolah, ada 18 sekolah, SMU, SMK, dan SD," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Depok Kombes Pol Ahmad Subarkah meminta seluruh masyarakat melaporkan jika ada temuan komunitas atau pergerakan yang mencurigakan baik dari isi khutbah, aktivitas, gaya berpakaian, hingga pengajian tertutup. Hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya aktivitas ISIS di Depok.
(mhd)