Dinas P2B Dinilai Tak Konsisten Awasi Bangunan di Jakarta

Senin, 11 Agustus 2014 - 18:12 WIB
Dinas P2B Dinilai Tak...
Dinas P2B Dinilai Tak Konsisten Awasi Bangunan di Jakarta
A A A
JAKARTA - Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) dinilai tak konsisten awasi pembangunan di Ibu Kota Jakarta. Karena banyaknya pelanggaran Izin Mendirikan Bagunan (IMB).

"Ketidakteraturan dalam pengawasan itu berdampak pada amburadulnya penataan kota," kata Direktur Eksekutif Gerakan Manifestasi Rakyat (Gemitra) Sabam Manise di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Sejak Februari 2012 lalu, kata dia, pengawasan penataan bangunan yang dilakukan Dinas P2B membuat ibu kota semakin semberawut. Implementasi Peraturan tentang Perolehan IMB di wilayah DKI seperti Perda Nomor 7/2010 dan SK Gubernur Nomor 76/2000 tak dijalankan sebagaimana mestinya.

Sebagai contoh, Pembangunan Pasar Sentral Citra yang terletak di kawasan perumahan di Kelurahan Pengadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat yang berdiri di areal seluas 2,2 Hektar. Pasar Sentral itu dikembangkan oleh PT Jembatan Kota Intan yang sudah hampir rampung sekitar 80 persen, namun IMB belum keluar.

"Di lokasi tersebut berdiri sekitar 40 ruko empat lantai, hunian dan di dalam terdapat lokasi pasar tradisional setinggi empat lantai. Amdal-nya belum keluar sebagai salah satu syarat untuk keluarnya IMB. Namun P2B tak melakukan tindakan terhadap pengembang itu," katanya.

Kasus lain kata dia, pembangunan gedung PT United Traktor yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Bangunan yang berdiri di atas areal 22 hektar itu sesuai peruntukannya ketinggian bangunan di kawasan tersebut hanya empat lantai, akan tetapi di lapangan dibangun 10 lantai.

"Praktik-praktik pelanggaran terhadap IMB disinyalir menjadi lahan-lahan pungli oleh oknum-oknum Dinas P2B. Bahkan dana miliaran rupiah setiap gedung diduga menguap ke kantong-kantong Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas P2B," bebernya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan good governance di Dinas P2B.

"Kalau bisa kami minta dibantu untuk dinas P2B dan dinas tata ruang. Jika memang ditemukan ada permainan baik oknum PNS maupun non-PNS maka saya tak segan-segan akan lakukan pemecatan," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
50 menit yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
2 jam yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
2 jam yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
2 jam yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
3 jam yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved