Momoh, Makanan Penambah Stamina Khas Kaliwungu

Senin, 11 Agustus 2014 - 16:27 WIB
Momoh, Makanan Penambah...
Momoh, Makanan Penambah Stamina Khas Kaliwungu
A A A
KENDAL - Bagi sebagian orang, jeroan sapi dihindari karena mengandung kolesterol tinggi. Namun, bagi masyarakat Kaliwungu, Kendal, jeroan sapi diolah menjadi makanan penambah stamina.

Ya, oleh warga Kaliwungu, jeroan sapi diolah dengan bumbu rempah-rempah, ditambah gula jawa sehingga dapat bertahan lebih lama. Maka, jadilah menu khas Kaliwungu yang dinamakan Momoh. Lalu, bagaimana cara mengolah jeroan menjadi Momoh?

Mengolah jeroan menjadi menu khas Kaliwungu yakni Momoh, membutuhkan waktu yang lama, hingga berjam-jam. Proses memasak dengam bumbu rempah-rempah ini menjadikan jeroan lebih nikmat dan mengurangi kadar kolesterol dalam jeroan tersebut.

Makanan khas Kaliwungu, Kendal ini menjadi menu wajib warga sekitar untuk menambah stamina dan dijadikan lauk untuk menikmati nasi pecel. Berkuah dan berwarna hitam kecokelatan, itulah gambaran sekilas makanan yang dipercaya menambah stamina pria dewasa ini.

Bahan utama pembuatan Momoh merupakan jeroan daging sapi atau kerbau yang dilebur bersama sejumlah rempah-rempah. Untuk membuat Momoh, diperlukan waktu hingga satu hari, sebelum Momoh dapat dihidangkan. Awalnya, jeroan daging sapi dibersihkan dan direbus selama tiga jam.

Menurut pembuat Momoh, Farchat, proses ini bertujuan agar daging lebih lunak. "Setelah direbus selama tiga jam, jeroan didinginkan terlebih dahulu, baru diproses lebih lanjut, dengan perebusan kembali, namun dengan tambahan berbagai macam bumbu dan rempah untuk mendapatkan rasa spesial pada jeroan tersebut," jelasnya.

Bumbu dan rempah tersebut di antaranya garam, gula merah, bawang putih, dan daun salam. Untuk perebusan kedua, kuahnya harus tetap berasal dari kuah dari proses perebusan pertama, sehingga aroma kuah semakin kuat. Proses kedua ini setidaknya membutuhkan waktu hingga satu setengah jam. "Lalu jeroan kembali didinginkan, tetapi tidak boleh ditiriskan dan didiamkan selama kurang lebih satu hari. Proses ini bertujuan agar bumbu semakin meresap ke dalam jeroan," tambah Farchat.

Biasanya, setelah satu hari, Momoh baru dapat dihidangkan atau bahkan dijual ke pelanggan. Para pelanggan yang biasa menjadikan Momoh sebagai oleh-oleh khas Kaliwungu, harus memesan terlebih dahulu, minimal sehari sebelum dibeli.

Momoh yang siap lalu dikemas dalam wadah gerabah dari tanah liat, agar tetap fresh. Namun, bagi yang takut kolesterol tambah tinggi, lebih baik menghindari mengonsumsi makanan ini.
(zik)
Berita Terkait
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Wisata Kuliner di...
5 Wisata Kuliner di Solo dan Sekitarnya, Sayang kalau Dilewatkan
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
3 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
4 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
5 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
5 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
5 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
6 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved