Komentar Pengguna Transjakarta Soal E-ticketing
Jum'at, 08 Agustus 2014 - 10:53 WIB
Komentar Pengguna Transjakarta Soal E-ticketing
A
A
A
JAKARTA - Uji coba e-ticketing di sepanjang halte yang dilewati Koridor 1 (Blok M-Kota), dan 11 halte utama lainnya mulai diterapkan hari ini. Meskipun penerapan baru berlaku 11 Agustus 2014 mendatang, namun di Halte Kampung Melayu sudah tidak menjual tiket kertas baik Transjakarta, APTB, maupun BKTB.
"Sekarang pakainya kartu, bayar Rp20.000 kalau mau," ujar salah satu petugas di dalam ruangan yang biasanya menjadi tempat jual beli tiket kertas kepada penumpang yang masuk ke Halte Busway di Kampung Melayu, Jakarta Timur, kepada Sindonews, Jumat (8/8/2014).
Berdasarkan pantauan di lapangan, Halte Kampung Melayu sekira pukul 07.45 WIB geliat warga DKI Jakarta sudah mulai terasa, dari berbagai koridor yang melewati halte ini, para penumpang menunggu bus tujuan mereka dengan sabar.
"Lama emang, harus sabar menunggu kalau Bus Transjakarta mah," ujar salah seorang siswa SMP Negeri saat berbincang dengan Sindonews.
Salah seorang pengunjung yang baru saja membeli kartu elektronik menyatakan, dirinya menggunakan Transjakarta jarang sehingga untuk membeli kartu tersebut sangatlah berat.
"Jarang-jarang naik busway nih, dahulu pas 28 April setahu saya masih bisa pakai kertas, sekarang sudah enggak bisa, beli flazz itu mahal ya soalnya jarang pakai," ujar Ratih, yang akan menuju ke Halte Harmoni.
Satu pengunjung lainnya mengaku tidak ada yang berubah dari hilangnya tiket kertas dan memakai kartu e-ticketing.
"Biasa saja sih, enggak ada yang berubah sama saja cuman bedanya kita deposit saja begitu," ujar Nisa salah seorang pegawai yang setiap hari naik Bus Transjakarta dimulai dari Kampung Rambutan hingga halte Salemba.
Nisa juga mengatakan, di Halte Kampung Rambutan pun sudah tidak menjual tiket kertas lagi. "Sudah enggak jual (tiket kertas) kok," pungkasnya.
"Sekarang pakainya kartu, bayar Rp20.000 kalau mau," ujar salah satu petugas di dalam ruangan yang biasanya menjadi tempat jual beli tiket kertas kepada penumpang yang masuk ke Halte Busway di Kampung Melayu, Jakarta Timur, kepada Sindonews, Jumat (8/8/2014).
Berdasarkan pantauan di lapangan, Halte Kampung Melayu sekira pukul 07.45 WIB geliat warga DKI Jakarta sudah mulai terasa, dari berbagai koridor yang melewati halte ini, para penumpang menunggu bus tujuan mereka dengan sabar.
"Lama emang, harus sabar menunggu kalau Bus Transjakarta mah," ujar salah seorang siswa SMP Negeri saat berbincang dengan Sindonews.
Salah seorang pengunjung yang baru saja membeli kartu elektronik menyatakan, dirinya menggunakan Transjakarta jarang sehingga untuk membeli kartu tersebut sangatlah berat.
"Jarang-jarang naik busway nih, dahulu pas 28 April setahu saya masih bisa pakai kertas, sekarang sudah enggak bisa, beli flazz itu mahal ya soalnya jarang pakai," ujar Ratih, yang akan menuju ke Halte Harmoni.
Satu pengunjung lainnya mengaku tidak ada yang berubah dari hilangnya tiket kertas dan memakai kartu e-ticketing.
"Biasa saja sih, enggak ada yang berubah sama saja cuman bedanya kita deposit saja begitu," ujar Nisa salah seorang pegawai yang setiap hari naik Bus Transjakarta dimulai dari Kampung Rambutan hingga halte Salemba.
Nisa juga mengatakan, di Halte Kampung Rambutan pun sudah tidak menjual tiket kertas lagi. "Sudah enggak jual (tiket kertas) kok," pungkasnya.
(mhd)