Sekeluarga di Lamongan Terdeteksi Bergabung Gerakan ISIS

Kamis, 07 Agustus 2014 - 19:37 WIB
Sekeluarga di Lamongan...
Sekeluarga di Lamongan Terdeteksi Bergabung Gerakan ISIS
A A A
SURABAYA - Gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus bergerilya untuk mencari anggota baru di Jawa Timur.

Buktinya, Badan Intelijen Negara (BIN) mencium adanya satu keluarga di Lamongan, Jawa Timur yang bergabung dengan gerakan tersebut.

"Satu keluarga yang berjumlah 7 orang bergabung dengan ISIS di Lamongan, Jawa Timur. Mereka bergabung pada 21 Juli lalu," kata Kepala BIN Wilayah Jatim Brigjen TNI Andi Zainudin Azikin usai menggelar pertemuan dengan ulama dan jajaran Forpimda di Gedung Negera Grahadi, Surabaya, Kamis (7/8/2014).

Sayangnya, Andi tidak menyebut secara detail lokasi keluarga yang bergabung dengan ISIS itu. Menurutnya, Gerakkan ISIS di Jawa Timur ini berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menyebut aktivitas ISIS terdeteksi di Dusun Sempu, Gading Kulon, Kecamatan Dau, Malang dan juga beredar informasi akan menggelar kegiatan di Kecamatan Balong Bendo, Sidarjo. "Pengikutnya berpotensi terus bertambah jika terus dibiarkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, gerakan yang berasal dari Iraq ini menyasar di 50 negara. Dan Indonesia menjadi salah satu gerakan tersebut.

Setidaknya, ISIS memiliki 7 ribu militansi yang terus bergerilnya. Mereka masuk secara bebas dari Turki dan menyebar ke 50 negara itu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan idnetifikasi pencegahan terhadap meluasnya gerakan ini. Salah satunya adalah di Wilayah Malang, Jawa Timur.

“Kemarin di Malang kita identifikasi. Tapi sementara ternyata sudah meninggalkan tempat semuanya. Mereka itu pendatang dan masyarakat setempat menolak,” jelasnya.

Kapolda juga mengaku tengah melakukan identifikasi di Kabupaten Lamongan. Yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah mencegah.

Bahkan, rencana ISIS untuk melakukan pembaiatan di Balong Bendo, Sidoarjo tidak jadi dilakukan dan sudah meninggalkan tempat.

Untuk langkah pencegahan ini, Polisi bersinergi dengan Babinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa se-Jatim.

“Kita fokus ke pendatang baru. Yang jelas setiap malam dilakukan razia (sajam, senpi dan handak),” pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
19 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved