Pembakaran Hutan di Riau Masih Terjadi

Rabu, 23 Juli 2014 - 15:40 WIB
Pembakaran Hutan di...
Pembakaran Hutan di Riau Masih Terjadi
A A A
JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan di Riau, masih terus terjadi. Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua, tercatat sebanyak 286 hotspot terjadi di Sumatera. Banyaknya titik api mengakibatkan jarak pandang terganggu.

"Jarak pandang di Pelalawan 2 km dan Rengat 5 km karena terhalang oleh asap," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan, melalui pesan BlackBerry Massenger (BBM), Rabu (23/7/2014).

Ditambahkan dia, lebih dari 70 persen kebakaran terjadi di luar kawasan hutan. Penyebab karlahut 99 persen adalah disengaja atau akibat ulah manusia. Dampak yang ditimbulkan akibat karhutla tentu sangat besar.

"Menurut Polda Riau dan Bareskrim Polri, motif pembakaran di kebun pribadi adalah alasan ekonomi," terangnya.

Dia lanjutkan, para pembakar lahan itu diperintah oleh para pemilik lahan dengan upah Rp500–750 ribu, untuk membakar lahan seluas 10 ha. Para pembakar biasa berkelompok yang terorganisir.

"Pembakaran dilakukan untuk membuka kebun kelapa sawit baru yang mudah dan murah. Modusnya, areal yang dibakar jauh dari permukiman. Ini terjadi karena lemahnya pengawasannya," ungkapnya.

Dilanjutkan dia, aksi pembakaran hutan dan lahan, biasanya dilakukan saat musim kering, dimulai dengan membakar ranting-ranting yang ada. Kemudian, dengan menggunakan ban bekas yang dipotong-potong, lalu diberi minyak dan dibakar.

"Setelah dibakar, lalu ditinggalkan. Waktu membakar, pagi hingga sore hari, kelompok yang membakar melalui koperasi bekerjasama dengan Batin (Kepala Adat) dan Lurah," jelasnya.

Dijelaskan, lurah yang mengeluarkan SKT (Surat Keterangan Tanah) per 2 ha sesuai dengan jumlah orang dari daftar nama-nama anggota koperasi yang akan memperoleh 2 ha/orang.

"Ini dilakukan dengan memanfaatkan konflik penguasa adat dan pemerintah. Umumnya perusahaan tidak ada yang mengakui membakar dan tidak mampu menangani kebakaran di arealnya, karena minimnya peralatan," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
9 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
10 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
10 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
11 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
11 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
13 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved