Habis Lebaran, DPRD DKI Panggil Sejumlah Dinas Terkait Temuan BPK
Senin, 21 Juli 2014 - 19:02 WIB
Habis Lebaran, DPRD DKI Panggil Sejumlah Dinas Terkait Temuan BPK
A
A
A
JAKARTA - Rencana DPRD DKI Jakarta membentuk panitia khusus (Pansus) terkait temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) soal penggunaan anggaran di Pemprov DKI Jakarta, akan dilakukan setelah Lebaran.
Pasalnya, sampai saat ini masih dalam tahap penandatanganan surat keputusan (SK) untuk menentukan komposisi berapa orang dari fraksi yang ada di DPRD.
"Besok keluarkan SK, siapa ketua dan wakil ketua, karena ini kan sudah tanggung jawab kita jika ada laporan seperti ini. Soal komposisi tentu Demokrat akan lebih banyak anggotanya," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan di Jakarta, Senin (21/7/2014).
Ketua Komisi C Maman Firmansyah mengaku bahwa pansus diperkirakan baru berjalan setelah Hari Raya Lebaran mendatang.
"Ya itu kan terserah pimpinan, kami sebagai fraksi tentu akan mengirimkan anggota kami soalnya saya melihat ini cukup serius. Mungkin setelah lebaran, kita lagi kejar penetapan-penetapan dulu sekarang," tukasnya.
Untuk mekanisme sendiri, Maman menjelaskan pertama kali akan memanggil SKPD dengan sampling dari 86 temuan BPK tersebut. "Karena ini kan bersangkutan dengan kinerja jadi hal ini pasti ditunggu-tunggu oleh masyarakat," tukasnya.
Pasalnya, sampai saat ini masih dalam tahap penandatanganan surat keputusan (SK) untuk menentukan komposisi berapa orang dari fraksi yang ada di DPRD.
"Besok keluarkan SK, siapa ketua dan wakil ketua, karena ini kan sudah tanggung jawab kita jika ada laporan seperti ini. Soal komposisi tentu Demokrat akan lebih banyak anggotanya," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan di Jakarta, Senin (21/7/2014).
Ketua Komisi C Maman Firmansyah mengaku bahwa pansus diperkirakan baru berjalan setelah Hari Raya Lebaran mendatang.
"Ya itu kan terserah pimpinan, kami sebagai fraksi tentu akan mengirimkan anggota kami soalnya saya melihat ini cukup serius. Mungkin setelah lebaran, kita lagi kejar penetapan-penetapan dulu sekarang," tukasnya.
Untuk mekanisme sendiri, Maman menjelaskan pertama kali akan memanggil SKPD dengan sampling dari 86 temuan BPK tersebut. "Karena ini kan bersangkutan dengan kinerja jadi hal ini pasti ditunggu-tunggu oleh masyarakat," tukasnya.
(whb)