Ahok Sebut Pengemis di Jakarta Hanya Mau Kaya

Senin, 21 Juli 2014 - 10:57 WIB
Ahok Sebut Pengemis...
Ahok Sebut Pengemis di Jakarta Hanya Mau Kaya
A A A
JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi pas arus balik. Pihaknya hanya akan melakukan operasi bina kependudukan di Jakarta.

"Kita ganti namanya menjadi bina kependudukan," kata Ahok saat memimpin apel siaga pengendalian arus mudik dan arus balik untuk Idul Fitri tahun 2014 di Silang Monas Barat, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).

Ia menjelaskan, jika ada pendatang yang mendapat jaminan tempat tinggal dan pekerjaan, malah akan difasilitasi Pemprov DKI untuk mendapatkan KTP.

"Kita kasih KTP malahan. Kenapa enggak boleh? Ada surat pindah, kita kasih KTP. Kita yakin kalau kawasan kumuhnya dihilangkan orang-orang yang tinggal sembarangan itu enggak ada tempat," ujarnya.

Operasi yustisi dahulunya adalah operasi untuk mengecek apakah ada pendatang baru di wilayah Jakarta. Jika sekarang tidak ada, bagaimana mengetahui pendatang baru yang datang membludak atau tidak?

"Kita buktinya begini, begitu anda datang mau jadi pengemis dinas sosial turun kok sekarang, begitu diancam pidana," terangnya.

Ahok menjelaskan, saat dirinya melakukan safari Ramadan di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, hanya ada ratusan warga yang ikut buka bersama di masjid tersebut. Mereka yang makan juga orang kantoran di sekitar masjid serta sopir taksi.

"Artinya pengemis di Jakarta, bukan pengemis yang enggak ada makanan. Tapi pengemis yang mau beli rumah, bikin rumah. Kalau mereka enggak ada makan, kita tampung kasih makan tiga kali sehari," ujarnya.

Meski berkata seperti itu, Ahok tidak dapat menjamin apakah bina kependudukan dapat berjalan dengan efektif atau tidak.
(ysw)
Berita Terkait
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia, Nomor 5 Tak Disangka
Sebelum Dipulangkan...
Sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal, 1.542 PMKS Dites Covid-19
259 PMKS dan Tunawisma...
259 PMKS dan Tunawisma Terjaring Razia, 41 Orang Bertahan di Gor Ciracas
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
1 jam yang lalu
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
4 jam yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
15 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
15 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
15 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
16 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved