Pria Ini Terluka Saat Selamatkan Anaknya dari Kebakaran
Jum'at, 04 Juli 2014 - 11:50 WIB
Pria Ini Terluka Saat Selamatkan Anaknya dari Kebakaran
A
A
A
JAKARTA - Penghuni rumah mewah di Perumahan Bukit Mas RT 02/15 Blok E-3A, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan nyaris saja menjadi korban kebaraan. Saat menyelamatkan anaknya, atap plafon yang terbakar menimpa Pramuarta sehingga mengalami luka-luka.
Pramuarta Mulya, pemilik rumah mengatakan, kejadiannya itu sekitar pukul 09.45 WIB ketika dirinya sedang tidur dilantai 2. Dia terbangun saat anaknya berteriak kebakaran.
Saat terbangun, Pramuarta melihat api yang berasal dari atap sudah membakar kordeng. Otomatis api langsung membesar dan merambat ketumpukan kertas yang berada dilantai yang sama.
"Api sudah besar, merambat ke plafon juga. Jadi saya langsung menggendong anak, dan berusaha turun," katanya kepada wartawan, Jumat (4/7/2014).
Ketika mau turun beberapa kayu plafon yang terbakar pun runtuh dan mengenai pipi sebelah kiri Pramuarta.
"Itu pada runtuh, jadi kena pipi dan kaki saya. Anak saya lindungi dengan selimut," terangnya.
Pada saat peristiwa terjadi, hanya ada dua orang yang berada di lantai atas. Sementara lima anggota keluarga lainnya sedang beraktivitas dilantai dasar.
"Ya semua mereka di bawah. Kalau tidak dibangunin anak saya, mungkin nyawa saya sudah melayang," jelasnya.
Petugas pemadam kebakaran yang datang sekitar 10 menit setelah menerima laporan langsung berusaha melokalisir titik api. Karena rumah yang terbakar berbatasan tembok langsung dengan rumah kiri dan kanannya.
"Tadi kita langsung lokalisir dulu agar tidak merembet," ucap Dwi salah satu anggota Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan.
Api dapat dipadamkan 30 menit kemudian menggunakan 5 unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan.
"Sekitar 30 menit sudah padam dan langsung pendinginan. Dugaan sementara karena konsleting, sebab asal api dari atap," tukasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Pramuarta Mulya, pemilik rumah mengatakan, kejadiannya itu sekitar pukul 09.45 WIB ketika dirinya sedang tidur dilantai 2. Dia terbangun saat anaknya berteriak kebakaran.
Saat terbangun, Pramuarta melihat api yang berasal dari atap sudah membakar kordeng. Otomatis api langsung membesar dan merambat ketumpukan kertas yang berada dilantai yang sama.
"Api sudah besar, merambat ke plafon juga. Jadi saya langsung menggendong anak, dan berusaha turun," katanya kepada wartawan, Jumat (4/7/2014).
Ketika mau turun beberapa kayu plafon yang terbakar pun runtuh dan mengenai pipi sebelah kiri Pramuarta.
"Itu pada runtuh, jadi kena pipi dan kaki saya. Anak saya lindungi dengan selimut," terangnya.
Pada saat peristiwa terjadi, hanya ada dua orang yang berada di lantai atas. Sementara lima anggota keluarga lainnya sedang beraktivitas dilantai dasar.
"Ya semua mereka di bawah. Kalau tidak dibangunin anak saya, mungkin nyawa saya sudah melayang," jelasnya.
Petugas pemadam kebakaran yang datang sekitar 10 menit setelah menerima laporan langsung berusaha melokalisir titik api. Karena rumah yang terbakar berbatasan tembok langsung dengan rumah kiri dan kanannya.
"Tadi kita langsung lokalisir dulu agar tidak merembet," ucap Dwi salah satu anggota Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan.
Api dapat dipadamkan 30 menit kemudian menggunakan 5 unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan.
"Sekitar 30 menit sudah padam dan langsung pendinginan. Dugaan sementara karena konsleting, sebab asal api dari atap," tukasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
(ysw)