Tiga Siswa di Garut Diduga jadi Korban Pelecehan Guru

Rabu, 18 Juni 2014 - 19:46 WIB
Tiga Siswa di Garut...
Tiga Siswa di Garut Diduga jadi Korban Pelecehan Guru
A A A
GARUT - Tiga siswa kelas V SDN Ciwangi I Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya. Ketiganya, mengaku kepada Ketua RT 02 Kampung Cipeujeuh, Desa Ciwangi, Rahmat, telah menjadi korban pelecehan guru olahraga mereka berinisial TN .

Atas pengakuannya tersebut, tiga siswa berinisial DV, ZH, dan SI ini akan dimintai keterangan oleh aparat kepolisian dari Polsek Limbangan. Menurut Rahmat, kabar pelecehan seksual yang menimpa mereka langsung beredar luas di masyarakat.

"Kabarnya sudah menyebar. Bahkan, warga pun menduga selain mereka, masih ada belasan siswa lain yang mendapat pelecehan serupa. Dugaan ini diperkuat juga oleh penuturan tiga anak ini," kata Rahmat, Rabu (18/6/2014).

Dari penuturan ketiganya, pelecehan itu dilakukan TN di ruang kelas saat menginap untuk mempersiapkan acara perpisahan. Pernyataan ini hampir sama dengan pengakuan sejumlah siswa lainnya.

Kepala SDN 1 Ciwangi Wartini mengatakan, keluarga ketiga korban tersebut mendatanginya untuk melaporkan pelecehan seksual yang dialami anak-anaknya pada 7 Juni 2014 lalu. Wartini pun meminta keterangan langsung dari TN usai menerima laporan tersebut.

"TN adalah guru honorer, belum PNS. Dia melatih olahraga, paskibra, pramuka, dan seni. Karenanya kami mendapat banyak penghargaan. Saya sama sekali tidak menyangka dia akan melakukan hal tersebut," kata Wartini.

Menurut Wartini, TN mengaku sempat khilaf telah melakukan perbuatan tidak senonoh itu dan meminta maaf karena telah mempermalukan sekolah. Kerenanya, sejak 9 Juni 2014, TN diberhentikan sementara dari pekerjaan mengajarnya.

"Setelah saya bertanya kepada sejumlah siswa, jawabnya macam-macam. Ada yang bilang hanya dipeluk, diusap, dan sebagainya. Memang kalau mau ada acara, malamnya anak-anak suka tidur di sekolah untuk persiapkan acara," ucapnya.

Kapolsek Limbangan Kompol Imron Rosyadi, mengatakan akan mendalami terlebih dahulu kasus ini dengan meminta keterangan sejumlah pihak. Namun, Kapolsek mengaku belum meminta keterangan TN secara resmi dan belum bisa mengambil langkah penahanan.

"Informasinya banyak dan ini masih satu arah. Kami melakukan kroscek dengan menjemput langsung ke lokasi. Jadi, kami baru memonitornya dan warga diharapkan jangan sampai salah pengertian tentang hal ini," tukasnya.
(ilo)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Maklumat Pencegahan...
Maklumat Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual
Aksi Teatrikal Setop...
Aksi Teatrikal Setop Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
SMK Waskito Pamulang...
SMK Waskito Pamulang Beri Sanksi Tegas Terduga Pelaku Pelecehan Siswi
Prihatin Kasus Pelecehan...
Prihatin Kasus Pelecehan Seksual Marak, Coach Rheo: Pesona Seks Kalahkan Akal Sehat
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
43 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
2 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved