Proyek MRT Dikeluhkan Pengguna Jalan

Selasa, 03 Juni 2014 - 17:04 WIB
Proyek MRT Dikeluhkan...
Proyek MRT Dikeluhkan Pengguna Jalan
A A A
JAKARTA - Penyempitan jalan di Jalan MH Thamrin akibat pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) dikeluhkan para pengguna jalan. Karena dengan adanya penyempitan jalan itu, kemacetan di kawasan tersebut semakin parah.

Salah satu pengguna jalan Adri mengeluhkan kemacetan yang bertambah parah di kawasan Sudirman-Thamrin. Menurutnya, sejak adanya penutupan separuh jalan di Jalan MH Thamrin maka pada jam-jam sibuk kepadatan dikawasan tersebut semakin tidak terkendali.

"Macetnya semakin parah, kalau lewat jalan itu mau ke Blok M dari Sarinah bisa satu jam setengah," katanya, Selasa (3/6/2014).

Dia menegaskan, semestinya pemerintah sebelum melakukan penutupan para pemegang kebijakan sudah menyiapkan jalur-jalur alternatif.

"Sekarang kita juga tidak tahu harus lewat mana lagi, kalau lewat jalur lain pastinya akan lebih jauh," kata warga Kebon Kacang, Jakarta Pusat ini.

Dia juga mengeluhkan penutupan jalan tersebut kurang disosialisasikan. Karena, dirinya baru mengetahui setelah jalan tersebut ditutup.

Senada dengan Andri, pengguna jalan lainnya Tito menyesalkan kurangnya informasi yang didapatnya.

"Kalau cuma diumumkan di koran atau televisi tidak semuanya tahu, mestinya langsung turun dijalan dengan papan pengumuman atau spanduk-spanduk pemberitahuan," tuturnya.

Dia melanjutkan, saat ini dirinya mengakui sangat sulit dan memakan waktu lama bila melintas di Jalan Sudirman-Thamrin.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menegaskan, tidak ada penutupan jalan MH Thamrin selama pekerjaan Mass Rapid Transit (MRT). Menurutnya, yang ada hanya pengurangan jalur.

"Sebagai Contoh yang di HI untuk lajur yang mengarah utara yang tadinya lima lajur menjadi tiga lajur, namun untuk yang mengarah Selatan tetap dipertahan 5 lajur," katanya.

Selain itu, untuk pengaturan lalu lintas tidak ada yang diubah. Namun, ada penambahan anggota di beberapa pos lantas yang ada disepanjang pembangunan proyek MRT.

"Kalau untuk pengalihan arus itu sifatnya situasional apabila ada kepadatan," tukasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Begini Progres MRT Fase...
Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Didanai Korsel, DKI...
Didanai Korsel, DKI Bangun MRT Jakarta Fase IV Fatmawati-Kampung Rambutan
Skybridge MRT Lebak...
Skybridge MRT Lebak Bulus Ditargetkan Rampung November Ini
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
4 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
4 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
4 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
6 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
7 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
9 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved