Sopir Bunuh Diri, Bos Angkot Jadi Tersangka

Kamis, 22 Mei 2014 - 17:55 WIB
Sopir Bunuh Diri, Bos...
Sopir Bunuh Diri, Bos Angkot Jadi Tersangka
A A A
TANGERANG SELATAN - Pemilik angkutan kota (angkot) D10 jurusan Pondok Aren-Ciputat akhirnya dijadikan tersangka atas tewasnya sopir Nanang (40), yang gantung diri pada Minggu 18 Mei malam.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Hafidh Herlambang mengatakan, setelah penyidikan panjang dari keterangan saksi-saksi. Pihaknya menetapkan pemilik angkot Irianto alias Arab dan dua anak buah Irianto berinisial L alias Sule dan N menjadi tersangka.

"Hasil penyelidikan dan forensik bahwa kematian korban gantung diri disebabkan membengkaknya otak, karena kekurangan oksigen," katanya keada wartawan di tangerang Selatan, Kamis (22/5/2014).

Menurut Hafidh, sebelum korban memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri, ditemukan adanya bekas kekerasan ditubuh korban.

"Ada penganiayaan yang dialami korban, juga penyekapan yang dilakukan ketiga tersangka terhadap korban sampai akhirnya korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," terangnya.

Menurut Hafidh, ketiganya bisa dijerat Pasal 333 ayat 1 dan atau Pasal 352 ayat 2 KUHP tentang merampas hak kemerdekaan orang lain.

"Karena kalau ke Pasal 338 masih belum bisa kita buktikan, masih pengembangan penyelidikan lagi," ujarnya.

Menurut Nunu Herdiana (26), rekan korban mengatakan, Nanang yang bekerja sebagai sopir angkot D10 jurusan Pondok Aren-Ciputat sudah dua tahun belakangan narik angkot milik Irianto alias Arab (45).

Namun, Minggu siang saat Nanang sedang mengemudikan angkot, tiba-tiba di tengah jalan dijegat oleh dua orang yang mengaku dari perusahaan leasing.

"Korban menyerahkan angkot tersebut kepada orang yang mengaku dari leasing. Setelah itu korban melaporkan kejadian itu kepada majikannya," katanya.

Mendapatkan informasi tersebut, Nanang melaporkan ke majikannya, jika angkotnya ditarik paksa oleh pihak leasing. Penarikan itu lantaran sang majikan belum membayar cicilan angkot tersebut.

Setelah itu, pemilik angkot melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pondok Aren. Rupanya, Nanang galau karena tidak lagi dapat menjadi sopir angkot.

"Saat si bos (Arab) lapor ke Polsek. Korban (Nanang) ditinggal di rumahnya. Pintu rumah-nya dikunci dari luar," ujarnya.

Namun, setelah pulang dari Mapolsek korban sudah tergantung di plafon yang ada di dalam rumah.
(mhd)
Berita Terkait
Bom Bunuh Diri di Somalia...
Bom Bunuh Diri di Somalia Tewaskan 32 Orang
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Mengenal Kapsul Bunuh...
Mengenal Kapsul Bunuh Diri Sarco: Teknologi Kontroversial yang Menggemparkan Dunia
Ciri Orang Hampir Bunuh...
Ciri Orang Hampir Bunuh Diri, Begini Cara Mencegahnya
Minta Polisi Usut Tuntas...
Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Pastikan Bunuh Diri atau Tidak
Refleksi dari Kasus...
Refleksi dari Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT, Anak Tak Selalu Mampu Ungkap Perasaannya
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
4 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
5 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved