Perawat dan mahasiswa keperawatan tuntut gaji sesuai UMK

Senin, 12 Mei 2014 - 16:51 WIB
Perawat dan mahasiswa...
Perawat dan mahasiswa keperawatan tuntut gaji sesuai UMK
A A A
Sindonews.com - Ratusan perawat dan mahasiswa keperawatan di Kota Palopo, menggelar aksi unjukrasa di DPRD Palopo, menuntut kenaikan gaji perawat sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP). Sebelumnya, para perawat dan mahasiswa ini menggelar aksi longmarch di sejumlah jalan, di Kota Palopo.

Aksi perawat dan mahasiwa keprawatan ini sebagai peringatan Hari Perawat Sedunia yang jatuh tepat hari ini, 12 Mei. Aksi ini mendapat dukungan Ikatan Mahasiswa Perawat Indonesia (IKMAPI), Aliansi Perawat Peduli (APPE), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Palopo.

Dalam aksinya, para perawat dan mahasiswa keperawatan ini membawa berbagai spanduk, bertuliskan tuntutan pengesahan RUU Keperawatan, dan beberapa tuntutan kesejahteraan perawat. Aksi ini sempat menjadi perhatian warga dan anggota Dewan.

"Undang-undang Keperawatan harus disahkan sekarang juga," teriak salah satu orator, saat tiba di Halaman Kantor Dewan, Senin (12/5/2014).

Tak hanya menggelar orasi, para pendemo juga membakar ban bekas di halaman Kantor DPRD Palopo. Namun begitu, aksi masih berjalan tertib dan bisa dikendalikan.

Sementara itu, Ketua PPNI Palopo Taufiq mengaku prihatin, karena masih terdapat beberapa Rumah Sakit (RS) Swasta di Kota Palopo yang menggaji perawat tidak sesuai UMP. Padahal, profesi perawat sangat berisiko, karena setiap harinya bersentuhan dengan orang sakit.

"Masih ada RS di Palopo yang menggaji perawat di bawah UMP, berkisar Rp500 sampai Rp700 ribu per bulan," terang Taufiq.

Taufiq mengakui, selama ini komunikasi yang terjalin antara perawat dengan manajemen RS tempatnya bekerja sangat terbatas.

"Komunikasi hanya aktif seputar masalah kerja, namun tiba masalah kesejahteraan karyawan pihak rumah sakit dinilai diam. Makanya, dalam rangka memperingati Hari Perawat Sedunia, kami (PPNI) menuntut agar para perawat digaji sesuai UMP, Rp1,8 juta per bulan," ungkapnya.

Persoalan lain yang mencuat dalam unjukrasa para perawat, yakni menuntut DPR RI segera mengesahkan UU Keperawatan, karena sudah lama berproses di DPR RI, namun belum ditetapkan sampai sekarang ini.

"Aksi ini kami lakukan untuk menuntut agar RUU Keperawatan segera disahkan. Sebab, sudah cukup lama kami menanti pemerintah untuk mengesah RUU yang akan kami jadikan landasan dalam beraktivitas sehari-hari," kata Amus, salah seorang perawat dalam orasinya, di halaman Kantor DPRD Palopo.

Menurut Amus, Rancangan UU Keperawatan tersebut sudah dicetuskan sejak tahun 1974 dan diajukan kepada DPR RI. Dalam UU Keperawatan diatur segala sesuatu yang berhubungan dengan perawat, mulai dari pendidikan keperawatan, konsil keperawatan, maupun sebagai payung hukum yang melindungi perawat, ketika melakukan tindakan keperawatan.

"Namun sejak tahun 1974 itu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda adanya pengesahan dari UU Keperawatan oleh DPR. Untuk itu kami mendesak agar tahun ini juga, RUU Keperawatan harus disahkan," pungkasnya.

Menariknya, para perawat dan mahasiswa keperawatan di daerah ini akan golput atau tidak menyalurkan hak pilihnya pada Pilpres mendatang, jika UU Keperawatan tidak disahkan.

"Kami akan golput di pilpres, jika tuntutan kami tidak dikabulkan. Bahkan, kami siap mogok kerja," tandas Amus, disambut tepuk tangan para pengunjukrasa lainnya.
(san)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Saat Pandemi Covid-19,...
Saat Pandemi Covid-19, Aliansi Mahasiswa Papua Demo Tuntut Pembebasan 7 Tapol
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
58 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved