Acara bagi-bagi es krim gratis rusak taman Kota Surabaya

Minggu, 11 Mei 2014 - 18:56 WIB
Acara bagi-bagi es krim...
Acara bagi-bagi es krim gratis rusak taman Kota Surabaya
A A A
Sindonews.com - Acara bagi-bagi es krim wall's gratis di area car free day Taman Bungkul mendadak jadi tragedi. Jumlah pengunjung yang membludak tak dapat diantisipasi dengan baik oleh panitia.

Akibatnya, ratusan tanaman di taman yang mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu rusak parah.

Program pembagian es krim gratis milik PT Unilever Indonesia Tbk yang diselenggarakan pada Minggu (11/5/2014) ini bertujuan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Jumlah es krim yang disiapkan panitia sebanyak 10.000 buah.

Tak ingin kehabisan es krim gratis, pengunjung tidak melintasi jalan yang semestinya. Tapi memilih jalan pintas dengan menerjang tanaman.

Ini mengakibatkan tiga lokasi taman kota kondisinya hancur dan harus dilakukan penanaman ulang. Diantaranya, di Jalan Darmo, lokasi Taman Bungkul dan Jalan Serayu.

Mendapat kabar banyak tanaman rusak akibat acara tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak mampu menahan kekesalannya.

Sedikitnya 35 jenis tanaman rusak lantaran diinjak oleh pengunjung. Risma, panggilan Tri Rismaharini pun langsung datang ke Taman Bungkul dan lantas mengumpulkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dia ingin mendapat keterangan langsung soal perizinan acara bagi-bagi es krim tersebut. "Saya akan menempuh jalur hukum. Ini karena, even organizing (EO) tidak memiliki izin dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya.Pidanakan mereka! tuntut dengan pasal perusakan lingkungan," kata Risma dengan wajah memerah.

Orang nomor satu di Surabaya ini menyesalkan peristiwa yang memicu kerusakan taman ini. Menurutnya dia, bagi-bagi es krim gratis ini tidak perlu merusak tanaman kota yang sudah dirawat bertahun-tahun.

Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan bagian hukum Pemkot untuk mengambil langkah yang akan ditempuh. Namun yang pasti, pihak penyelenggara terancam dituntut secara perdata.

"Saya juga akan laporkan pada tindak pidana juga, undang-undang lingkungan. Masak, saat malam tahun baru saja, kami tutup semua jalan untuk Car Free Night (CFN) tidak ada masalah, ini karena koordinasi antara panitia penyelengga dengan kami," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Rintis Bisnis dari Garasi,...
Rintis Bisnis dari Garasi, Ini Sosok Pendiri Es Krim Campina Darmo Hadipranoto
Xiyue Galaxy, Inovasi...
Xiyue Galaxy, Inovasi Terbaru Es Krim yang Sarat Filosofi
Es Krim Pilihan Gen...
Es Krim Pilihan Gen Z, Aice Raih Gold Award di Youth Choice Award 2025
Rayakan Ultah Ke-4,...
Rayakan Ultah Ke-4, Velluto Gelato Berbagi Kebahagiaan Melalui Taste of Happiness
Nikmati Tahun Baru dengan...
Nikmati Tahun Baru dengan Frostbite Cookies & Cream Stik, Kini Lebih Banyak Cookies
Aice Perkenalkan Es...
Aice Perkenalkan Es Krim Ria Ria Kacang Hijau Bersama Wonderful Indonesia, Kombinasi Rasa dan Budaya
Berita Terkini
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
19 menit yang lalu
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
26 menit yang lalu
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
27 menit yang lalu
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
43 menit yang lalu
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
1 jam yang lalu
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
3 jam yang lalu
Infografis
Banyak yang Gratis,...
Banyak yang Gratis, Berikut Daftar Acara Tahun Baruan di Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved