Bom zaman Belanda ditemukan tertancap di dasar sungai
Kamis, 08 Mei 2014 - 09:45 WIB
Bom zaman Belanda ditemukan tertancap di dasar sungai
A
A
A
Sindonews.com - Dua orang warga Desa Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, menemukan bom dengan panjang satu meter yang sudah berkarat, tertancap di pasir, sekitar aliran Sungai Noemina.
Penemuan itu berasal dari ketidaksengajaan. Saat itu, kedua warga ini hendak mencari udang di aliran Sungai Noelmina. Pada awalnya, bom itu dikira batu. Ternyata, saat mendekat, barang aneh itu terlihat seperti besi tua berukuran besar.
Tanpa pikir panjang, keesokan harinya mereka membawa linggis untuk menggali besi tua tersebut dengan tujuan dijual ke pembeli besi tua. Saat asik menggali, linggis yang digunakanpun bengkok.
Ternyata, setelah tergerus air, besi tua itu diketahui bom berukuran satu meter. Takut meledak, keduanya melapor ke polisi. “Kami liat malam saat sedang cari udang, kami kira batu yang tertancap di pasir," kata Salmon dan Carlos di Batuputih, Kamis (8/5/2014).
Karena gelap, keduanya pun pulang. Besoknya, mereka kembali lagi saat terang. Ternyata, besi tua itu adalah bom.
Tim Jihandak Brimobda NTT yang tiba di lokasi langsung meneliti, kemudian memeriksa kondisi bom tersebut. Ternyata, bom masih aktif dan memiliki daya ledak tinggi.
"Beruntung saat warga menggali, bom itu tidak meledak, kalau dilihat jenisnya, ini adalah jenis bom air atau krafbombing. Namun belum bisa dipastikan besar ledakan,” pungkas Iptu A.Y Tumpao
Untuk kepentingan penyelidikan dan kemanan, bom yang diduga peninggalan Belanda itu kemudian dievakuasi oleh Tim Jihandak Brimobda NTT ke Kupang.
Penemuan itu berasal dari ketidaksengajaan. Saat itu, kedua warga ini hendak mencari udang di aliran Sungai Noelmina. Pada awalnya, bom itu dikira batu. Ternyata, saat mendekat, barang aneh itu terlihat seperti besi tua berukuran besar.
Tanpa pikir panjang, keesokan harinya mereka membawa linggis untuk menggali besi tua tersebut dengan tujuan dijual ke pembeli besi tua. Saat asik menggali, linggis yang digunakanpun bengkok.
Ternyata, setelah tergerus air, besi tua itu diketahui bom berukuran satu meter. Takut meledak, keduanya melapor ke polisi. “Kami liat malam saat sedang cari udang, kami kira batu yang tertancap di pasir," kata Salmon dan Carlos di Batuputih, Kamis (8/5/2014).
Karena gelap, keduanya pun pulang. Besoknya, mereka kembali lagi saat terang. Ternyata, besi tua itu adalah bom.
Tim Jihandak Brimobda NTT yang tiba di lokasi langsung meneliti, kemudian memeriksa kondisi bom tersebut. Ternyata, bom masih aktif dan memiliki daya ledak tinggi.
"Beruntung saat warga menggali, bom itu tidak meledak, kalau dilihat jenisnya, ini adalah jenis bom air atau krafbombing. Namun belum bisa dipastikan besar ledakan,” pungkas Iptu A.Y Tumpao
Untuk kepentingan penyelidikan dan kemanan, bom yang diduga peninggalan Belanda itu kemudian dievakuasi oleh Tim Jihandak Brimobda NTT ke Kupang.
(san)