Pengeringan Kampung Apung lamban

Rabu, 07 Mei 2014 - 01:29 WIB
Pengeringan Kampung...
Pengeringan Kampung Apung lamban
A A A
Sindonews.com - Warga Kampung Teko (Kampung Apung) Cengkareng, Jakarta Barat keluhkan lambannya pengeringan yang dilakukan Suku Dinas PU Air Jakarta Barat. Warga takut jika tidak dipercepat, masa pengerukanpun akan terkendala musim hujan.

Ketua Rw 01 Kampung Teko, Rinan menilai, proses pengeringan Kampung Apung sangat lamban. Sebab, sejak sebulan lalu kampung yang tergenang sejak 24 tahun bebas dari sampah, pengeringannya baru dilakukan sejak dua minggu lalu. Itu juga hanya menggunakan satu unit pompa berkapasitas 100 liter per detik. Bahkan pekerja yang hanya diturunkan sekira 10 orang hanya bekerja sekira pukul 10.00-15.00 WIB.

"Kalau melihat pengerjaan yang dilakukan, kami takut kampung Teko kembali dilanda banjir mengingat musim hujan yang tidak bisa diprediksi kedatanganya," kata Rinan kemarin.

Rinan menjelaskan, seharusnya setelah bebas dari sampah, pihak Suku Dinas terkait mempercepat pengeringan dan merelokasi 3.810 makam di genangan seluas 1,7 hektare tersebut. Sebab, sebagai wilayah yang paling rendah, Kampung Teko dipastikan akan kembali tergenang jika tidak cepat dilakukan pengeringan dan pengurukan.

"Kalau mau ya diuruk, biar pas musim hujan datang nanti tidak banjir. Nah kalau pengeringanya lama gini, berapa lama lagi waktu untuk pemindahan dan pengerukan," jelasnya.

Berdasarkan pengamatan, pengeringan Kampung Teko memang masih terkendala banyaknya sampah yang bercampur lumpur, sehingga pompa berkapasitas 100 liter per detik sering tersumbat oleh endapan sampah tersebut. Sebuah unit backhoe juga terlihat masih mengeruk sampah-sampah yang mengendap.

Hal tersebut rupanya menjadi alasan utama oleh Kasudin PU Air Jakarta Barat, Pamudji. Menurutnya, lambannya pengeringan lantaran terkendala sampah yang mengendap dan menyumbat pompa yang ada. Untuk itu, petugas yang ada dikerahkan untuk membersihkan aliran lumpur yang menuju pompa.

Saat ini, lanjut Pamudji pihaknya baru menurunkan satu unit pompa berkapasitas 100 liter per detik. Namun, jika endapan sampah lumpur dinilai sudah berkurang, pihaknya akan menurunkan kembali satu unit pompa berkapasitas 100 liter per detik di tengah genangan.

"Kami terus mengebut pengerjaanya sambil mengeruk sampah-sampah yang terendap lumpur," katanya.

Pamudji menargetkan jika pengeringan kampung Apung akan memakan waktu sekira kurang lebih satu bulan kedepan. Setelah kering, pihaknya akan kembali mengeruk lumpur hingga sampai terlihat nisan dari 3.810 makam. Kemudian, pihak Sudin Pemakaman akan dikordinasikan untuk memindahkannya sebelum pihaknya melakukan pengurukan.

Mengenai pembuangan air yang disedot dari Kampung Teko ini, kata Pamudji bukan dialirkan ke cengkareng Drain seperti apa yang diberitakan sebelumnya. Pembuangan dilakukan ke kali Angke mengingat jarak dari kampung Teko lebih dekat dengan Kali Angke.

"Kami utamakan dulu pengeringanya. Rencana nantinya biarkan tata ruang yang bertindak," ungkapnya.
(lns)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
14 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
1 jam yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
1 jam yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved