Bayi tewas akibat ditolak RS di Tangerang

Jum'at, 02 Mei 2014 - 19:43 WIB
Bayi tewas akibat ditolak...
Bayi tewas akibat ditolak RS di Tangerang
A A A
Sindonews.com - Seorang bayi berusia enam bulan meninggal dunia setelah ditolak pihak rumah sakit untuk mendapatkan perawatan di ruang intensive care unit (ICU). Penolakan tersebut dikarenakan orang tua bayi tidak memiliki uang muka sebesar Rp5 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, bayi yang berinisial FAO tersebut meninggal setelah tidak diizinkan masuk ke ruang ICU di RS ML yang beralamat di Karang Tengah, Tangerang, Banten.
Dari pelapor yang juga ayah korban Subur Siyamto menuturkan, FAO dibawa ke rumah sakit pada tanggal 30 Maret lalu, sekira pukul 04.30 WIB karena panas tinggi.

Kemudian, sekira pukul 12.00 WIB dirinya mendapat kabar dari dokter yang menangani FAO bahwa, anaknya harus segera dipindahkan ke Ruang ICU, demi pengobatan lebih banjut. Pelapor kemudian langsung mengurus biaya pendaftaran tersebut. Untuk dirawat di ruang ICU, pelapor diwajibkan membayar uang muka sebesar Rp5 juta.

"Namun dia ditolak oleh pihak rumah sakit karena dirinya hanya memiliki uang muka Rp2,5 juta. Pelapor juga sempat meminta keringanan dan berjanji akan membayar sisanya dalam tempo satu hari. Namun dia tetap ditolak," terangnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Hingga akhirnya, FAO tidak mendapatkan pengobatan dari pihak RS sakit pada pukul 19.45 WIB, dirinya mendapat kabar bahwa anaknya telah meninggal dunia.

Atas kejadian itu, Subur pun mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Tangerang. Berdasarkan LP/B/314/IV/2014/PMJ/Restro Tangerang Kota, pihak kepolisian pun akan memproses kasus ini.

Dalam waktu dekat, penyidik akan segera memeriksa pelapor yang dilanjutkan memeriksa terlapor yaitu pihak RS ML.

"Keduanya akan segera kami periksa, untuk pelapor mungkin kita tunggu masa berkabungnya usai," tukasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Bayi Diduga Tertukar...
Bayi Diduga Tertukar Dalam Kondisi Meninggal, RS di Cempaka Putih Fasilitasi Tes DNA
Terkenal Tangguh, Helikopter...
Terkenal Tangguh, Helikopter Bell Mampu Beroperasi di Berbagai Kondisi Ekstrem
Kisruh Bayi Tertukar...
Kisruh Bayi Tertukar Menimpa Warga Ciseeng, Ini Penjelasan RS Sentosa Bogor
Rumah Bersama Bantu...
Rumah Bersama Bantu Proses Transisi Bayi Tertukar di Bogor
Kronologi dan Cerita...
Kronologi dan Cerita Lengkap Bayi Tertukar di RS Sentosa Bogor
Kasus Bayi Tertukar...
Kasus Bayi Tertukar di Bogor Terjadi Perkembangan Luar Biasa, Apa Itu?
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
3 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
5 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
6 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
7 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved