Risma minta siswa saat UN tak halalkan segala cara
Kamis, 01 Mei 2014 - 18:52 WIB
Risma minta siswa saat UN tak halalkan segala cara
A
A
A
Sindonews.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada 5-8 Mei 2014 mendatang, tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai bagus.
Orang nomor satu di Surabaya ini menilai, siswa mendapat nilai UN buruk tidak masalah, asalkan itu dari hasil kerja keras sendiri.
Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini mengaku, dia sudah menyampaikan hal ini pada kepala sekolah, guru dan juga para siswa.
Menurut dia, hasil UN bukan merupakan akhir, tapi pintu masuk untuk menempuh jenjang pendidikan lanjutan yang lebih tinggi. Pihaknya mengajak agar para orang tua siswa dan guru untuk mendorong agar siswa tekun dan bekerja keras untuk dapat nilai UN yang bagus.
"Saya sudah sampaikan, jangan halalkan segala cara. Seperti mencontek, mencari bocoran jawaban, kemudian ada joki juga, inikan tidak mendidik. Nanti anak-anak akan terbiasa mengatasi persoalan dengan mudah tanpa harus kerja keras terlebih dulu," kata Risma usai memberi nasehat pada Kepala SMP se-Surabaya di Graha Sawunggaling, Balai Kota Surabaya, Kamis (1/5/2014).
Wali kota yang diusung oleh PDI-P ini menambahkan, kalau dalam menjawab soal UN para siswa sibuk mencari bocoran jawaban, maka mereka akan tidak tenang secara emosi.
Ada kekhawatiran akan mendapat nilai buruk dan tidak lulus. Kalau nanti ketahuan dapat bocoran kunci jawaban, maka akan terkena masalah hukum. Jika sudah terjerat kasus hukum, akan berpengaruh pada masa depannya kelak.
"Maka, saya tidak pengen seperti itu (terjerat masalah hukum). Kalau hasilnya pas pasanan saya tidak malu. Asal kerja keras. Saya berhadap sekali lagi itu (UN) dilakukan secara fair," timpalnya.
Orang nomor satu di Surabaya ini menilai, siswa mendapat nilai UN buruk tidak masalah, asalkan itu dari hasil kerja keras sendiri.
Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini mengaku, dia sudah menyampaikan hal ini pada kepala sekolah, guru dan juga para siswa.
Menurut dia, hasil UN bukan merupakan akhir, tapi pintu masuk untuk menempuh jenjang pendidikan lanjutan yang lebih tinggi. Pihaknya mengajak agar para orang tua siswa dan guru untuk mendorong agar siswa tekun dan bekerja keras untuk dapat nilai UN yang bagus.
"Saya sudah sampaikan, jangan halalkan segala cara. Seperti mencontek, mencari bocoran jawaban, kemudian ada joki juga, inikan tidak mendidik. Nanti anak-anak akan terbiasa mengatasi persoalan dengan mudah tanpa harus kerja keras terlebih dulu," kata Risma usai memberi nasehat pada Kepala SMP se-Surabaya di Graha Sawunggaling, Balai Kota Surabaya, Kamis (1/5/2014).
Wali kota yang diusung oleh PDI-P ini menambahkan, kalau dalam menjawab soal UN para siswa sibuk mencari bocoran jawaban, maka mereka akan tidak tenang secara emosi.
Ada kekhawatiran akan mendapat nilai buruk dan tidak lulus. Kalau nanti ketahuan dapat bocoran kunci jawaban, maka akan terkena masalah hukum. Jika sudah terjerat kasus hukum, akan berpengaruh pada masa depannya kelak.
"Maka, saya tidak pengen seperti itu (terjerat masalah hukum). Kalau hasilnya pas pasanan saya tidak malu. Asal kerja keras. Saya berhadap sekali lagi itu (UN) dilakukan secara fair," timpalnya.
(sms)