Matt si pembajak mabuk jalani pemeriksaan lanjutan

Minggu, 27 April 2014 - 12:43 WIB
Matt si pembajak mabuk...
Matt si pembajak mabuk jalani pemeriksaan lanjutan
A A A
Sindonews.com - Matt Christopher, pelaku “pembajakan“ pesawat Virgin Air kembali menjalani pemeriksaan tim penyidik terkait aksi yang dilakukan, pada Jumat 25 April 2014.

Setelah dua hari menjalani perawatan dan diisolasi di Rumah Sakit (RS) Polri Trijata Denpasar, sekira pukul 11.00 WITA, Matt digiring ke Mapolda Bali, untuk diperiksa.

Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Komisi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (KPPNS) Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, yang difasilitasi Polda Bali. Tim penyidik memerlukan keterangan lebih lanjut dari pria yang bekerja sebagai kontraktor itu.

"Kami sifatnya hanya memberikan fasilitas kepada mereka untuk melakukan investigasi,“ ujar Direktur Reserse Kiriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Kombes Pol Suryanbodo Asmoro, di Mapolda Bali, Minggu (27/6/2014).

Saat ini, kewernangan sepenuhnya untuk penanganan dan investigasi terhadap Matt berada di tangan Tim Penyidik KPPNS.

Pada Sabtu 26 April 2014, Matt dan barang bukti miliknya telah diserahkan dari kepolisian ke KPPNS yang secara khusus datang ke Bali untuk menginvestigasi aksi Matt yang sempat membuat panik 139 penumpang Virgin Air saat perjalanan dari Brisbane-Denpasar.

Kendati begitu, dia mengaku belum mengetahui status hukum Matt, termasuk jeratan hukum yang dialamatkan kapadanya, yang disebut-sebut tengah mabuk saat aksi gedor-gedor pintu penyekat di kokpit.

"Semua keputusan finalnya ada di Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, apakah nanti Matt akan diproses dihukum di sini, atau dideportasi," tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali AKBP Hery Wiyanto mengatakan, dari hasil koordinasi yang dilakukan dengan Tim KPPNS, Matt bisa dijerat Undang-undang No.1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan Undang-undang No.2 tahun 1976.‬

Disinggung hasi uji laboratorium atas sampel darah dan tes urin terhadap Matt, Hery belum mengetahui seperti apa hasilnya. “Saya belum terima laporan hasil uji laboratoriumnya,“ tukas Hery.
(san)
Berita Terkait
Operasi Woyla, Kopassus...
Operasi Woyla, Kopassus Hanya Butuh Waktu 2 Menit 49 Detik Bebaskan Sandera
Hindari Kejaran Para...
Hindari Kejaran Para Goblot, Pesawat Ve dan Aurora Malah Dibajak
Diduga Dibajak di Italia,...
Diduga Dibajak di Italia, Jet Tempur Prancis Paksa Pesawat Penumpang Mendarat
Terungkap, Pilot TWA...
Terungkap, Pilot TWA Nyaris Tabrakan dengan 2 Pesawat yang Dibajak Teroris 9/11
Todongkan Pistol, Komplotan...
Todongkan Pistol, Komplotan Bandit Bajak Mobil Anggota Kongres
Anti Dibajak, Begini...
Anti Dibajak, Begini Penampakan Sertifikat Elektronik
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
7 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
9 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
10 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
10 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
10 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
11 jam yang lalu
Infografis
Salwan Momika Si Pembakar...
Salwan Momika Si Pembakar Al-Quran Ditembak Mati saat Live TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved