Ditanya politik dinasti, Gubernur Riau: P*nt**!

Selasa, 22 April 2014 - 14:11 WIB
Ditanya politik dinasti,...
Ditanya politik dinasti, Gubernur Riau: P*nt**!
A A A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa dari Unievrsitas Riau (UNRI) menuntut Gubernur Riau Annas Maamun untuk meminta maaf. Hal itu terkait sikapnya yang mengucapkan kata kotor, ketika diwawancarai terkait dinasti politik keluarganya.

Aksi turun ke jalan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Riau (AlMaRi) ini dilakukan di depan Kantor Gubernur Riau, di Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru.

"Tuntutan kita adalah agar Gubernur Riau Annas Maamun meminta maaf, kepada seluruh warga Riau, atas ucapannya yang mengucapkan kata kotor ketika diwawancarai media," kata Kordinator Aksi Rasyid Ahmad, kepada wartawan, Selasa (22/4/2014).

Menurut mahasiswa, apa yang diucapkan Gubernur Riau dengan mengucapkan kata makian Pant..k (bahasa Minang artinya Pantat) bukanlah mencerminkan seorang pemimpin.

"Karena pemimpin itu adalah orang yang dihormati dan menjadi contoh banyak orang. Tapi kalau sudah seperti itu, itukan tidak pantas. Gubernur harus menjaga nama baik, apalagi di Bumi Melayu yang terkenal dengan adat istiadatnya yang kental," terangnya.

Aksi demo mahasiswa ini dilakukan sekitar 30 menit. Mahasiswa tidak bisa masuk Kantor Gubernur Riau, karena pintu pagar terkunci dan dihalangi petugas Satpol PP.

Gubernur Riau Annas Maamun sekitar sepekan lalu mencaci maki wartawan. Hal itu terjadi saat jurnalis mewawancarai terkait pengangkatan sejumlah anak, ipar, saudara, dan kerabatnya jadi pejabat penting, di lingkungan Pemprov Riau.

Dengan nada tinggi mantan Bupati Rohil ini membantah membentuk dinasti, di Riau, terkait pengangkatan keluarganya jadi pejabat. Menurut gubernur yang baru menjabat dua bulan ini, pengangkatan anak, ipar, dan saudaranya, itu sudah sesuai dengan kemampuannya.

Sangking kesalnya, diapun mengucapkan kata-kata kotor kepada wartawan yang mewawancarainya, dengan mengucapkan kata maaf Pantek dalam bahasa Minang artinya pantat.

Di Riau, bahasa yang umum diucapkan selain bahasa Indonesia, adalah bahasa Melayu dan Bahasa Minang, Sumatera Barat.
(san)
Berita Terkait
Cermati, Perubahan Prilaku...
Cermati, Perubahan Prilaku Konsumen hingga PascaPandemi
Pramuka Diharapkan Jadi...
Pramuka Diharapkan Jadi Contoh Perubahan Prilaku
Prilaku Protokol Kesehatan...
Prilaku Protokol Kesehatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
Bangkitnya Destinasi...
Bangkitnya Destinasi Wisata Lokal
Banking Consumer Megashifts
Banking Consumer Megashifts
Begini Cara Bobby Nasution...
Begini Cara Bobby Nasution Hilangkan Prilaku KKN di Pemko Medan
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
23 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
33 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved