Mantan anggota TNI pimpin gerombolan perampok antar provinsi

Mantan anggota TNI pimpin gerombolan perampok antar provinsi
A
A
A
Sindonews.com - Lima tersangka sindikat perampokan antar provinsi dibekuk Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara. Seorang diantaranya merupakan mantan anggota TNI.
Selain menangkap lima tersangka, petugas kepolisian juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti, berupa tujuh unit komputer, dan dua mobil mewah, dari hasil uang kejahatan.
Dalam melakukan aksinya, gerombolan perampok yang dipimpin anggota TNI berinisial SO ini selalu menyekap dan menganiaya korbannya. Jika korban melawan, mereka akan menghabisinya.
Berdasarkan catatan kepolisian, sindikat perampok ini telah beraksi tujuh kali, di wilayah Medan. Di antaranya adalah pencurian mesin ATM BCA, di Jalan Kapten Sumarsono, Kantor Dinas Pariwisata Sumatera Utara, di Jalan RS Haji Medan, dan toko yang telah mengalami kerugian miliaran.
Para sindikat ini melakukan perampokan dengan menggunakan linggis dan obeng untuk mencongkel kantor. Setelah masuk ke dalam, mereka melumpuhkan penjaga kantor dengan cara menyekap atau memukul.
Guna pengembangan lebih lanjut, kelima tersangka bersama seluruh barang bukti diamankan di Mapolda Sumut. Para tersngka dijerat Pasal 365 dengan ancaman minimal lima tahun penjara.
Selain menangkap lima tersangka, petugas kepolisian juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti, berupa tujuh unit komputer, dan dua mobil mewah, dari hasil uang kejahatan.
Dalam melakukan aksinya, gerombolan perampok yang dipimpin anggota TNI berinisial SO ini selalu menyekap dan menganiaya korbannya. Jika korban melawan, mereka akan menghabisinya.
Berdasarkan catatan kepolisian, sindikat perampok ini telah beraksi tujuh kali, di wilayah Medan. Di antaranya adalah pencurian mesin ATM BCA, di Jalan Kapten Sumarsono, Kantor Dinas Pariwisata Sumatera Utara, di Jalan RS Haji Medan, dan toko yang telah mengalami kerugian miliaran.
Para sindikat ini melakukan perampokan dengan menggunakan linggis dan obeng untuk mencongkel kantor. Setelah masuk ke dalam, mereka melumpuhkan penjaga kantor dengan cara menyekap atau memukul.
Guna pengembangan lebih lanjut, kelima tersangka bersama seluruh barang bukti diamankan di Mapolda Sumut. Para tersngka dijerat Pasal 365 dengan ancaman minimal lima tahun penjara.
(san)