Pacarnya minta putus, siswa SMP pilih gantung diri
Rabu, 16 April 2014 - 20:33 WIB
Pacarnya minta putus, siswa SMP pilih gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Aginda Abi (15), pelajar SMP asal Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ditemukan sekarat menggantung di dalam kamarnya.
Tindakan nekat Aginda dilakukan lantaran baru saja putus cinta. Beruntung, aksi menyudahi hidup tersebut diketahui keluarganya.
Aginda langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung. Dia kemudian langsung ditempatkan di zona merah.
"Saat dilarikan kemari kondisi pasien kritis," ujar Humas RSUD dr Iskak Tulungagung M Rifai kepada wartawan, Rabu (16/4/2014).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban nekat menyudahi hidup setelah menerima pesan pendek (SMS) dari seorang wanita yang diduga sebagai kekasihnya.
Isi pesan adalah memutuskan hubungan asmara keduanya. Dan pesan tersebut terus berlangsung meski korban tengah menjalani perawatan.
Karena kondisinya yang membaik, korban kemudian dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU).
Salah seorang pembesuk yang mengaku berprofesi guru membenarkan jika korban adalah anak didiknya. "Benar, ini siswa kelas II di sekolah kami. Namun kita belum tahu pasti apa penyebabnya," ujarnya tanpa bersedia menyebutkan nama.
Baca juga:
Tenggak miras di pesta ulang tahun, 6 warga tewas
Tindakan nekat Aginda dilakukan lantaran baru saja putus cinta. Beruntung, aksi menyudahi hidup tersebut diketahui keluarganya.
Aginda langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung. Dia kemudian langsung ditempatkan di zona merah.
"Saat dilarikan kemari kondisi pasien kritis," ujar Humas RSUD dr Iskak Tulungagung M Rifai kepada wartawan, Rabu (16/4/2014).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban nekat menyudahi hidup setelah menerima pesan pendek (SMS) dari seorang wanita yang diduga sebagai kekasihnya.
Isi pesan adalah memutuskan hubungan asmara keduanya. Dan pesan tersebut terus berlangsung meski korban tengah menjalani perawatan.
Karena kondisinya yang membaik, korban kemudian dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU).
Salah seorang pembesuk yang mengaku berprofesi guru membenarkan jika korban adalah anak didiknya. "Benar, ini siswa kelas II di sekolah kami. Namun kita belum tahu pasti apa penyebabnya," ujarnya tanpa bersedia menyebutkan nama.
Baca juga:
Tenggak miras di pesta ulang tahun, 6 warga tewas
(rsa)