Hati-hati, kunci jawaban UN di twitter & FB palsu
Senin, 14 April 2014 - 11:54 WIB
Hati-hati, kunci jawaban UN di twitter & FB palsu
A
A
A
Sindonews.com - Seperti yang terjadi dari tahun ke tahun, bocoran kunci jawaban palsu ujian nasional (UN) beredar. Kali ini, bocoran kunci jawaban beredar melalui twitter dan facebook.
"Kami mendapat laporan ada kunci jawaban yang beredar di internet," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyudin Zarkasyi, di sela pemantauan UN di SMAN 1 Bandung, Senin (14/4/2014).
Beberapa siswa menemukan bocoran jawaban itu kemarin dan melaporkannya pada masing-masing sekolah. Pihak sekolah lalu melaporkannya pada Dinas Pendidikan setempat dan Jawa Barat.
"Kami langsung menyelidiki hal itu. Ada tim khusus yang menyelidikinya," ungkapnya.
Setelah diselidiki, diketahui hasilnya ternyata kunci jawaban itu adalah palsu. Sehingga jika digunakan oleh siswa, justru akan menyesatkan dan membuat nilai mereka jeblok dalam UN.
"Itu tidak terbukti. Itu bukan jawaban UN," tegas Wahyudin.
Ia pun mengimbau para siswa di Jawa Barat yang kini melaksanakan UN tidak percaya begitu saja dengan beredarnya kunci jawaban. Apalagi dari tahun ke tahun hal itu selalu terjadi dan kunci jawaban justru menyesatkan.
Wahyudin menambahkan, celah untuk melakukan kecurangan dalam UN pun sangat sempit. Karena setiap siswa dalam satu kelas mendapatkan soal yang berbeda. "Jadi kalau mau curang juga sulit," tandasnya.
"Kami mendapat laporan ada kunci jawaban yang beredar di internet," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyudin Zarkasyi, di sela pemantauan UN di SMAN 1 Bandung, Senin (14/4/2014).
Beberapa siswa menemukan bocoran jawaban itu kemarin dan melaporkannya pada masing-masing sekolah. Pihak sekolah lalu melaporkannya pada Dinas Pendidikan setempat dan Jawa Barat.
"Kami langsung menyelidiki hal itu. Ada tim khusus yang menyelidikinya," ungkapnya.
Setelah diselidiki, diketahui hasilnya ternyata kunci jawaban itu adalah palsu. Sehingga jika digunakan oleh siswa, justru akan menyesatkan dan membuat nilai mereka jeblok dalam UN.
"Itu tidak terbukti. Itu bukan jawaban UN," tegas Wahyudin.
Ia pun mengimbau para siswa di Jawa Barat yang kini melaksanakan UN tidak percaya begitu saja dengan beredarnya kunci jawaban. Apalagi dari tahun ke tahun hal itu selalu terjadi dan kunci jawaban justru menyesatkan.
Wahyudin menambahkan, celah untuk melakukan kecurangan dalam UN pun sangat sempit. Karena setiap siswa dalam satu kelas mendapatkan soal yang berbeda. "Jadi kalau mau curang juga sulit," tandasnya.
(lns)