Kebijakan tertunda, pengamat nilai tak masalah
Sabtu, 12 April 2014 - 09:39 WIB
Kebijakan tertunda, pengamat nilai tak masalah
A
A
A
Sindonews.com - Terkait kebijakan yang dinilai tertunda oleh anggota DPRD DKI Jakarta karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mencalonkan diri sebagai capres dinilai oleh pengamat bukanlah hal yang harus dipermasalahkan.
"Mestinya tidak ada yang terhalang karena aktivitas lain dari Pak Jokowi sebagai capres atau jurkam sendiri," ujar Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago saat dihubungi oleh Sindonews, Jumat 11 April 2014.
Andrinof mengatakan bahwa jika tertundanya beberapa kebijakan seperti yang dicontohkan oleh dewan yaitu RDTR (Rencana Desain Tata Ruang) karena masih ada pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang oleh kedua pemimpin Jakarta ini untuk menandatanganinya.
"Kalau RDTR sendiri memang penting, hanya mungkin Pak Gubernur masih mempertimbangakan dampaknya atau mungkin me-review kembali, dikaji mungkin oleh tim-tim Gubernur," ujarnya.
Andrinof menilai penundaan kebijakan ini bukan karena keterlibatan Jokowi dalam pemilu tahun ini. "Kalau saya rasa bukan karena itu ya" ujarnya.
Baca juga:
Usulkan angket, Gerindra hanya tagih janji kampanye
"Mestinya tidak ada yang terhalang karena aktivitas lain dari Pak Jokowi sebagai capres atau jurkam sendiri," ujar Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago saat dihubungi oleh Sindonews, Jumat 11 April 2014.
Andrinof mengatakan bahwa jika tertundanya beberapa kebijakan seperti yang dicontohkan oleh dewan yaitu RDTR (Rencana Desain Tata Ruang) karena masih ada pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang oleh kedua pemimpin Jakarta ini untuk menandatanganinya.
"Kalau RDTR sendiri memang penting, hanya mungkin Pak Gubernur masih mempertimbangakan dampaknya atau mungkin me-review kembali, dikaji mungkin oleh tim-tim Gubernur," ujarnya.
Andrinof menilai penundaan kebijakan ini bukan karena keterlibatan Jokowi dalam pemilu tahun ini. "Kalau saya rasa bukan karena itu ya" ujarnya.
Baca juga:
Usulkan angket, Gerindra hanya tagih janji kampanye
(ysw)