Gerindra paksa Jokowi mundur, PDIP sebut 'lagu lama'
Kamis, 10 April 2014 - 05:31 WIB
Gerindra paksa Jokowi mundur, PDIP sebut 'lagu lama'
A
A
A
Sindonews.com - Gencarnya Partai Gerindra mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk mundur dari jabatannya pasca deklarasi sebagai Capres 2014, ditanggapi santai pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Sudah lagu lama, kayak begitu maksa-maksa Jokowi mundur," kata Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin saat dihubungi Sindonews, Rabu 9 April 2014.
Anak mantan Gubernur DKI Jakarta Ali sadikin ini menegaskan, tidak mudah untuk meminta Jokowi mundur dari jabatannya hanya karena ingin nyapres dari partai nomor 4 itu. Karena, hal tersebut sudah ada aturannya.
"Ada aturan mainnya lah, orang tidak ada undang-undangnya kok (gubernur harus mundur dari jabatannya hanya karena nyapres)," kata dia.
Dia juga menyayangkan sikap partai kepala burung garuda itu terkait pencapresan Jokowi pada Pemilu 2014 mendatang. Karena, itu merupakan hak setiap warga negara Indonesia. "Ngapain coba kayak begini mesti diributi," katanya.
Sekadar diketahui, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta M Sanusi meminta agar Jokowi mundur dari jabatannya gubernur DKI Jakarta. Karena, jika tidak mundur dan tetap menjadi capres hal itu akan jadi bumerang untuk dirinya sendiri.
"Pak Jokowi kan orang muda, harus tahu etika berpolitik, seperti Pak Gita (Wirjawan) mau ikut konvensi mundur dari Menteri Perdagangan, ya harusnya kalau orang muda enggak usah takut kariernya rusak," katanya saat dihubungi oleh Sindonews, Selasa 8 April 2014.
Baca:
Jokowi ogah mundur, warga DKI kecewa 2 kali
"Sudah lagu lama, kayak begitu maksa-maksa Jokowi mundur," kata Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin saat dihubungi Sindonews, Rabu 9 April 2014.
Anak mantan Gubernur DKI Jakarta Ali sadikin ini menegaskan, tidak mudah untuk meminta Jokowi mundur dari jabatannya hanya karena ingin nyapres dari partai nomor 4 itu. Karena, hal tersebut sudah ada aturannya.
"Ada aturan mainnya lah, orang tidak ada undang-undangnya kok (gubernur harus mundur dari jabatannya hanya karena nyapres)," kata dia.
Dia juga menyayangkan sikap partai kepala burung garuda itu terkait pencapresan Jokowi pada Pemilu 2014 mendatang. Karena, itu merupakan hak setiap warga negara Indonesia. "Ngapain coba kayak begini mesti diributi," katanya.
Sekadar diketahui, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta M Sanusi meminta agar Jokowi mundur dari jabatannya gubernur DKI Jakarta. Karena, jika tidak mundur dan tetap menjadi capres hal itu akan jadi bumerang untuk dirinya sendiri.
"Pak Jokowi kan orang muda, harus tahu etika berpolitik, seperti Pak Gita (Wirjawan) mau ikut konvensi mundur dari Menteri Perdagangan, ya harusnya kalau orang muda enggak usah takut kariernya rusak," katanya saat dihubungi oleh Sindonews, Selasa 8 April 2014.
Baca:
Jokowi ogah mundur, warga DKI kecewa 2 kali
(mhd)