Wamenhub belum pastikan penyebab KA Malabar anjlok
Sabtu, 05 April 2014 - 17:47 WIB
Wamenhub belum pastikan penyebab KA Malabar anjlok
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, belum bisa memastikan penyebab kecelakaan yang menimpa KA Malabar di Tasikmalaya.
Menurut dia, ada tiga faktor yang bisa menyebabkan alat transportasi mengalami kecelaakaan. Tiga faktor itu adalah kondisi sarana dan prasarana, human error, dan kondisi alam.
"Saya tidak ingin mendahului KNKT yang nanti akan melakukan pengawasan atau penyelidikan," ujar Bambang di RS Santosa, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014).
PT KA menurutnya selama ini memiliki penilik jalan yang bertugas mendata jalur kereta api, termasuk titik rawan longsor.
"Pertanyaannya kok bisa longsor ini enggak ketahuan (lebih awal) padahal kita punya penilik jalan? Ini saya tidak mau ambil spekulasi, tapi kenyataannya seperti itu," jelasnya.
Selain penyelidikan oleh KNKT untuk memastikan penyebab kecelakaan, Dirjen Perkeretaapian menurutnya memberikan perhatian khusus. "Kita akan melakukan audit khusus untuk beberapa ruas jalan (rawan longsor)," tutur Bambang.
Dengan audit, titik rawan longsor dan kecelakaan lainnya akan teridentifikasi sebelumnya. Sehingga kecelakaan bisa dicegah lebih dini.
Dirjen Perkeretaapian pun akan berupaya meningkatkan frekuensi pemeriksaan oleh penilik jalan. "Mungkin ada daerah yang bergerak (tanahnya), padahal sebelumnya tidak bergerak. Mungkin karena situasi tata guna lahan dan segala macam," tandas Bambang.
Menurut dia, ada tiga faktor yang bisa menyebabkan alat transportasi mengalami kecelaakaan. Tiga faktor itu adalah kondisi sarana dan prasarana, human error, dan kondisi alam.
"Saya tidak ingin mendahului KNKT yang nanti akan melakukan pengawasan atau penyelidikan," ujar Bambang di RS Santosa, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014).
PT KA menurutnya selama ini memiliki penilik jalan yang bertugas mendata jalur kereta api, termasuk titik rawan longsor.
"Pertanyaannya kok bisa longsor ini enggak ketahuan (lebih awal) padahal kita punya penilik jalan? Ini saya tidak mau ambil spekulasi, tapi kenyataannya seperti itu," jelasnya.
Selain penyelidikan oleh KNKT untuk memastikan penyebab kecelakaan, Dirjen Perkeretaapian menurutnya memberikan perhatian khusus. "Kita akan melakukan audit khusus untuk beberapa ruas jalan (rawan longsor)," tutur Bambang.
Dengan audit, titik rawan longsor dan kecelakaan lainnya akan teridentifikasi sebelumnya. Sehingga kecelakaan bisa dicegah lebih dini.
Dirjen Perkeretaapian pun akan berupaya meningkatkan frekuensi pemeriksaan oleh penilik jalan. "Mungkin ada daerah yang bergerak (tanahnya), padahal sebelumnya tidak bergerak. Mungkin karena situasi tata guna lahan dan segala macam," tandas Bambang.
(lns)