Tanggul darurat Sungai Cipunagara jebol lagi

Sabtu, 05 April 2014 - 03:12 WIB
Tanggul darurat Sungai...
Tanggul darurat Sungai Cipunagara jebol lagi
A A A
Sindonews.com - Tanggul darurat Sungai Cipunagara yang terletak di Kampung Cimanggu, Desa Cibalandongjaya, Kecamatan Cibogo, Subang, Jawa Barat, kembali jebol dihantam banjir.

"Akibatnya, saat ini arus air kembali berbelok dan terus terusan menabrak tebing sungai. Kami khawatir, jika tidak segera dibenahi, belasan rumah warga yang berdiri di atas tebing lama-kelamaan bisa terancam longsor," ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Cibalandongjaya, Sumarna, kepada SINDO, Jumat 4 April 2014.

Dia menyebutkan, untuk mencegah kerusakan tebing makin parah akibat gerusan sungai, perlu dibangun tembok penahan tebing (TPT) permanen dan menormalisasi aliran sungai supaya kembali lurus. Karena itu, dia
meminta pemerintah, terutama pemprov dan BBWS Citarum, agar segera merealisasikan perbaikan dan pembenahan sungai itu.

"Kami sudah mengusulkan perbaikan sungai ini kepada pemerintah melalui pemkab. Surat pengajuannya sudah kami sampaikan kepada Bina Marga Subang. Kami berharap, perbaikan sungai dan tebing bisa direalisasi tahun ini," katanya.

Tokoh masyarakat Subang, Liza Noorwibowo, menambahkan, perbaikan tebing dan normalisasi aliran Sungai Cipunagara harus secepatnya direalisasikan pemerintah. Sebab, di samping akan menentukan lancar-tidaknya pasokan air irigasi di saat musim kemarau, juga berpotensi membahayakan penduduk setempat lainnya yang tinggal di pinggiran sungai.

"Kalau tebingnya terus-terusan longsor tergerus air, bukan hanya 11 rumah warga saja yang bakal terseret, tapi juga mengancam rumah-rumah warga lainnya yang saat ini jaraknya ke bibir sungai masih relatif jauh. Pemerintah harus cepat tanggap membenahinya," ungkap Liza.

Sebelumnya, sebanyak 12 bangunan terdiri dari satu mesjid dan 11 rumah yang dihuni 10 KK atau 29 jiwa di Kampung Cimanggu RT 04 dan 05 RW 02 Desa Cibalandongjaya Kecamatan Cibogo, terancam ambruk akibat tebing tergerus luapan aliran Sungai Cipunagara.

Belasan rumah tersebut, masing-masing milik Tarmid, Mu'an, Datim, Endang, Mamah, Engkur, Ruhyat, Karnaah, Anis dan Radim.
(rsa)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
6 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
8 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
10 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
10 jam yang lalu
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
11 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
11 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved