APKLI: PKL Tanah Abang mau 'dibunuh' pelan-pelan
Jum'at, 04 April 2014 - 03:36 WIB
APKLI: PKL Tanah Abang mau 'dibunuh' pelan-pelan
A
A
A
Sindonews.com - Belum rampungnya sejumlah fasilitas di Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dinilai akal-akalan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pedagang kaki lima (PKL).
Begitu fasilitas rampung, masa gratisan terkait sewa di kios Blok G akan berakhir. Ujung-ujungnya, para pedagang diwajibkan membayar sewa padahal mereka belum mendapat pemasukan sama sekali.
"Kalau seperti itu kondisinya, sama saja Jokowi mau membuat PKL mati perlahan-lahan," kata Ketua Umum Asosisasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Ali Mahsum ketika dihubungi Sindonews, Kamis 3 April 2014.
Seharusnya, lanjut Ali, begitu dapat masukan dari pedagang Blok G untuk memberi fasilitas agar ramai pengunjung, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo langsung bergerak cepat.
Ali juga menuding bahwa kejadian seperti ini akan terulang kembali seperti saat Blok A Tanah Abang dibangun beberapa waktu lalu.
"Saat fasilitas sudah bagus dan dipenuhi pengunjung, habis juga masa gratis sewanya kemudian harus bayar. Karena belum ada pemasukan ya mereka kembali lagi mrmrnuhi trotoar," ujarnya.
Lebih lanjut, Ali mengatakan, kondisi seperti ini akan membuat PKL mati secara perlahan-lahan. Karena biasanya mendapat penghasilan hingga jutaan rupiah perhari, sekarang hanya puluhan ribu per hari.
"PKL tuh seperti dibunuh perlahan-lahan, dikasih obat terus-menerus sampai akhirnya dia mati (bangkrut)," ketusnya.
Baca juga:
APKLI nilai Jokowi gagal sejahterakan PKL
Begitu fasilitas rampung, masa gratisan terkait sewa di kios Blok G akan berakhir. Ujung-ujungnya, para pedagang diwajibkan membayar sewa padahal mereka belum mendapat pemasukan sama sekali.
"Kalau seperti itu kondisinya, sama saja Jokowi mau membuat PKL mati perlahan-lahan," kata Ketua Umum Asosisasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Ali Mahsum ketika dihubungi Sindonews, Kamis 3 April 2014.
Seharusnya, lanjut Ali, begitu dapat masukan dari pedagang Blok G untuk memberi fasilitas agar ramai pengunjung, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo langsung bergerak cepat.
Ali juga menuding bahwa kejadian seperti ini akan terulang kembali seperti saat Blok A Tanah Abang dibangun beberapa waktu lalu.
"Saat fasilitas sudah bagus dan dipenuhi pengunjung, habis juga masa gratis sewanya kemudian harus bayar. Karena belum ada pemasukan ya mereka kembali lagi mrmrnuhi trotoar," ujarnya.
Lebih lanjut, Ali mengatakan, kondisi seperti ini akan membuat PKL mati secara perlahan-lahan. Karena biasanya mendapat penghasilan hingga jutaan rupiah perhari, sekarang hanya puluhan ribu per hari.
"PKL tuh seperti dibunuh perlahan-lahan, dikasih obat terus-menerus sampai akhirnya dia mati (bangkrut)," ketusnya.
Baca juga:
APKLI nilai Jokowi gagal sejahterakan PKL
(ysw)