Diduga mabuk, 2 anggota TNI AU kritis usai tabrak trotoar
Minggu, 30 Maret 2014 - 14:53 WIB
Diduga mabuk, 2 anggota TNI AU kritis usai tabrak trotoar
A
A
A
Sindonews.com - Pratu Sapto dan Pratu Faris, anggota Polisi Militer TNI Angkatan Udara (POMAU) dirawat intensif di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar akibat luka usai menabrak trotoar di depan Gedung Hamrawati Jalan Pettarani, Panakukkang, Minggu, (30/3/2014) sekira pukul 04.30 Wita.
Keduanya mengalami luka cukup serius, Pratu Sapto mengalami luka pada pelipis kiri, bibir dan luka lecet pada lengan kanan, sementara Pratu Fariz Abdullah Hartono mengalami luka pada hidung, telinga kiri dan luka lecet pada tangan kanan.
Keduanya dievakuasi oleh anggota polisi yang tiba di lokasi dan membawanya ke rumah sakit.
Informasi yang diperoleh, Pratu Sapto yang mengemudikan sepeda motor Yamaha RX King membonceng Pratu Fariz melintas dari arah Jalan Sultan Alauddin menuju ke Jalan Pettarani diduga dalam kondisi mabuk menabrak pembatas jalan sehingga keduanya terjatuh.
Korban Pratu Fariz, yang saat itu diduga membawa sebilah badik.
"Dia bawa bawa badik dikira geng motor sehingga hampir dihakimi massa, tetapi untung ada polisi yang langsung mengamankan," kata warga setempat.
Sementara itu, Kapen TNI AU, Letkol Andi Arman, yang dikonfirmasi mengatakan, jika dirinya belum mengetahui persis peristiwa tersebut, namun kedua anggota telah diperiksa oleh POMAU untuk diproses lebih lanjut.
"Kita hubungi pak Mulyadi (anggota AU) untuk lebih jelasnya," kata Andi Arman mengaku berada di Jakarta.
Keduanya mengalami luka cukup serius, Pratu Sapto mengalami luka pada pelipis kiri, bibir dan luka lecet pada lengan kanan, sementara Pratu Fariz Abdullah Hartono mengalami luka pada hidung, telinga kiri dan luka lecet pada tangan kanan.
Keduanya dievakuasi oleh anggota polisi yang tiba di lokasi dan membawanya ke rumah sakit.
Informasi yang diperoleh, Pratu Sapto yang mengemudikan sepeda motor Yamaha RX King membonceng Pratu Fariz melintas dari arah Jalan Sultan Alauddin menuju ke Jalan Pettarani diduga dalam kondisi mabuk menabrak pembatas jalan sehingga keduanya terjatuh.
Korban Pratu Fariz, yang saat itu diduga membawa sebilah badik.
"Dia bawa bawa badik dikira geng motor sehingga hampir dihakimi massa, tetapi untung ada polisi yang langsung mengamankan," kata warga setempat.
Sementara itu, Kapen TNI AU, Letkol Andi Arman, yang dikonfirmasi mengatakan, jika dirinya belum mengetahui persis peristiwa tersebut, namun kedua anggota telah diperiksa oleh POMAU untuk diproses lebih lanjut.
"Kita hubungi pak Mulyadi (anggota AU) untuk lebih jelasnya," kata Andi Arman mengaku berada di Jakarta.
(sms)