Tangerang akan dijadikan tempat gepeng
Jum'at, 28 Maret 2014 - 15:04 WIB
Tangerang akan dijadikan tempat gepeng
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun panti sosial yang diperuntukan menampung gelandangan dan pengemis di Ciangir, Tangerang, Banten. Rencananya, Ciangir akan menjadi lokasi panti sosial terbesar yang dimiliki DKI Jakarta.
"Ada 100 hektar di Ciangir itu, nanti semua panti di sana," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Sedangkan lahan yang sekarang ini digunakan sebagai panti, rencanya akan dibangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa). "Warga yang kerja tinggal di Jakarta ya tinggal di tengah kota," tegasnya.
Dia mengatakan, Tangerang merupakan wilayah yang pas untuk menempatkan para gepeng yang ada di Ibu Kota Jakarta. Karena, kata dia, Tangerang merupakan penyanggah Jakarta.
"Kita pikir tempat panti kaya gitu enggak boleh di tengah kota harus dipinggir kota," katanya.
Selain itu, Ahok menuturkan, gepeng yang sudah ditempatkan di panti sosial itu akan diperhatikan makannya sehari tiga kali. Dengan demikian, kata dia, para gepeng itu akan diam di panti dan tidak kembali lagi ke Jakarta.
"Kasih makan saja tiga kali sehari, kita hitung paling Rp1 triliun buat kasih makan 200 ribu orang, lagian mana ada pengemis 200 ribu orang, itu saja sudah," katanya.
Karena, kata dia, kalau panti berada di tengah kota banya oknum yang memanfaatkan situsi tersebut. Maka itu, dia menduga, saat gepeng 'tajir', banyak oknum yang melobi dan membebaskan kembali.
Baca:
Gepeng dilindungi bos
"Ada 100 hektar di Ciangir itu, nanti semua panti di sana," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Sedangkan lahan yang sekarang ini digunakan sebagai panti, rencanya akan dibangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa). "Warga yang kerja tinggal di Jakarta ya tinggal di tengah kota," tegasnya.
Dia mengatakan, Tangerang merupakan wilayah yang pas untuk menempatkan para gepeng yang ada di Ibu Kota Jakarta. Karena, kata dia, Tangerang merupakan penyanggah Jakarta.
"Kita pikir tempat panti kaya gitu enggak boleh di tengah kota harus dipinggir kota," katanya.
Selain itu, Ahok menuturkan, gepeng yang sudah ditempatkan di panti sosial itu akan diperhatikan makannya sehari tiga kali. Dengan demikian, kata dia, para gepeng itu akan diam di panti dan tidak kembali lagi ke Jakarta.
"Kasih makan saja tiga kali sehari, kita hitung paling Rp1 triliun buat kasih makan 200 ribu orang, lagian mana ada pengemis 200 ribu orang, itu saja sudah," katanya.
Karena, kata dia, kalau panti berada di tengah kota banya oknum yang memanfaatkan situsi tersebut. Maka itu, dia menduga, saat gepeng 'tajir', banyak oknum yang melobi dan membebaskan kembali.
Baca:
Gepeng dilindungi bos
(mhd)