Ahok: Lebih baik tak ada Sekda
Jum'at, 28 Maret 2014 - 13:42 WIB
Ahok: Lebih baik tak ada Sekda
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta yang diduduki oleh Wiryatmoko merupakan jabatan yang penting. Pasalnya, Sekda sebagai salah satu penunjang kinerja pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tetapi, kata dia, jika keberadaan Sekda hanya sebagai penghalang kinerja pimpinan, lebih baik tidak ada.
"Kalau Sekda pasti berpengaruh dong untuk kinerja, tapi kalau Sekda yang menyulitkan kita (Gubernur dan wakilnya) lebih baik enggak ada Sekda," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Saat disinggung soal jabatan Sekda yang akan segera ada penggantinya. Ahok mengatakan, dirinya sudah memberikan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kendati demikian, dia tidak menyebutkan, surat tersebut.
"Pak Gubernur (Jokowi) sudah kirim surat, sudah saya kirim kemarin, saya sudah paraf kok," ujarnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya mendapatkan 30 unit bus abntuan dari pihak swasta. Sayangnya, bus tersebut tidak bisa mengaspal karena ada beberapa kendala administrasi yang ditengarai Ahok hanya akal-akalan Sekda DKI saja.
Baca:
Tuntaskan secara internal, publik ingin pelayanan bagus
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tetapi, kata dia, jika keberadaan Sekda hanya sebagai penghalang kinerja pimpinan, lebih baik tidak ada.
"Kalau Sekda pasti berpengaruh dong untuk kinerja, tapi kalau Sekda yang menyulitkan kita (Gubernur dan wakilnya) lebih baik enggak ada Sekda," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Saat disinggung soal jabatan Sekda yang akan segera ada penggantinya. Ahok mengatakan, dirinya sudah memberikan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kendati demikian, dia tidak menyebutkan, surat tersebut.
"Pak Gubernur (Jokowi) sudah kirim surat, sudah saya kirim kemarin, saya sudah paraf kok," ujarnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya mendapatkan 30 unit bus abntuan dari pihak swasta. Sayangnya, bus tersebut tidak bisa mengaspal karena ada beberapa kendala administrasi yang ditengarai Ahok hanya akal-akalan Sekda DKI saja.
Baca:
Tuntaskan secara internal, publik ingin pelayanan bagus
(mhd)