Ahok: Jam sekolah diubah, masih kajian
Jum'at, 28 Maret 2014 - 12:04 WIB
Ahok: Jam sekolah diubah, masih kajian
A
A
A
Sindonews.com - Penerapan jam masuk anak sekolah yang semula jam 06.30 WIB menjadi 09.00 WIB pagi dinilai hanya sebuah kajian. Karena, hal tersebut masih dalam kajian, belum pada taraf penerapan.
"Sebenarnya enggak diubah, cuma kajian saja," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Pria yang biasa disapa Ahok ini sendiri mendapat masukan dari pengamat mengenai perubahan ini, karena pengamat melihat ketika musim liburan datang, jalanan Ibu Kota Jakarta tidak macet.
"Mereka bilang kalau masuknya siang masa pulangnya sore, sorenya macet juga. Saya sih mendingan anak-anak macet pagi daripada macet sore, lebih capek anak-anaknya," kata dia.
Namun sampai saat ini, kata Ahok, Pemprov DKI masih belum menerapkan hal ini karena masih banyak yang pro-kontra.
"Pasti yang kaya gini prokontra, kalau prokontra balikin aja dulu lagian macet juga gak pagi gak siangan sama aja jakarta macet terus. Pengamat ngomong ya kita terima aja" ujarnya.
Ahok menilai, hal ini masih ia lihat dahulu berdasarkan komentar warga DKI dengan survei yang gratis.
"Ya saya ngomong di media saja, kan keliatan komentar-komentar orang, caci maki macam-macam, ya kita hitung saja kalau lebih dari 50 persen berarti enggak cocok, ya survei gratis saja gitu lho," ujarnya.
"Sebenarnya enggak diubah, cuma kajian saja," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Pria yang biasa disapa Ahok ini sendiri mendapat masukan dari pengamat mengenai perubahan ini, karena pengamat melihat ketika musim liburan datang, jalanan Ibu Kota Jakarta tidak macet.
"Mereka bilang kalau masuknya siang masa pulangnya sore, sorenya macet juga. Saya sih mendingan anak-anak macet pagi daripada macet sore, lebih capek anak-anaknya," kata dia.
Namun sampai saat ini, kata Ahok, Pemprov DKI masih belum menerapkan hal ini karena masih banyak yang pro-kontra.
"Pasti yang kaya gini prokontra, kalau prokontra balikin aja dulu lagian macet juga gak pagi gak siangan sama aja jakarta macet terus. Pengamat ngomong ya kita terima aja" ujarnya.
Ahok menilai, hal ini masih ia lihat dahulu berdasarkan komentar warga DKI dengan survei yang gratis.
"Ya saya ngomong di media saja, kan keliatan komentar-komentar orang, caci maki macam-macam, ya kita hitung saja kalau lebih dari 50 persen berarti enggak cocok, ya survei gratis saja gitu lho," ujarnya.
(mhd)