Riau kembali dikepung 50 titik api
Kamis, 27 Maret 2014 - 08:55 WIB
Riau kembali dikepung 50 titik api
A
A
A
Sindonews.com - Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Provinsi Riau. Hari ini, berdasarkan pantauan setelit Aqua dan Terra, ditemukan ada 50 titik api (hot spot) menyebar di Riau.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geo Fisika (BMKG), 50 titik api tersebar berbagai daerah di Provinsi Riau. Kebakaran terparah terjadi di Kabupaten Bengkalis, dengan 25 titik api.
Kemudian disusul di Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai, dengan masing-masing delapan titik api. Kemudian, Kabapetan Inhil ada empat hot spot, sisanya menyebar di daerah lain," kata staf analisi BMKG Pekanbaru Agus Widodo, kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Kembali munculnya titik api di wilayah Riau, sebut Agus Widodo ini disebabkan oleh kondisi lahan di Riau yang kering.
"Saat ini yang terjadi di Riau adalah, kondisinya minim hujan. Jika ada itupun hanya dibeberapa wilayah, seperti Kabupaten Kuansing dan Kampar. Sifatnya hanya lokal dan hujan biasanya hanya sebentar," terangnya.
Dia memperkirakan, kondisi kekeringan akan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. "Untuk itu semua pihak diminta waspada atas kondisi seperti ini, karena lahan akan mudah terbakar," imbuhnya.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geo Fisika (BMKG), 50 titik api tersebar berbagai daerah di Provinsi Riau. Kebakaran terparah terjadi di Kabupaten Bengkalis, dengan 25 titik api.
Kemudian disusul di Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai, dengan masing-masing delapan titik api. Kemudian, Kabapetan Inhil ada empat hot spot, sisanya menyebar di daerah lain," kata staf analisi BMKG Pekanbaru Agus Widodo, kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Kembali munculnya titik api di wilayah Riau, sebut Agus Widodo ini disebabkan oleh kondisi lahan di Riau yang kering.
"Saat ini yang terjadi di Riau adalah, kondisinya minim hujan. Jika ada itupun hanya dibeberapa wilayah, seperti Kabupaten Kuansing dan Kampar. Sifatnya hanya lokal dan hujan biasanya hanya sebentar," terangnya.
Dia memperkirakan, kondisi kekeringan akan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. "Untuk itu semua pihak diminta waspada atas kondisi seperti ini, karena lahan akan mudah terbakar," imbuhnya.
(san)