Pelabuhan Mamuju pintu masuk narkoba di Sulbar
Rabu, 26 Maret 2014 - 01:25 WIB
Pelabuhan Mamuju pintu masuk narkoba di Sulbar
A
A
A
Sindonews.com - Satuan Narkoba Polres Polman tengah mengejar seorang bandar narkoba di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Pria yang telah diketahui identitasnya berinisial OG (25) itu, kini menjadi buronan polisi.
OG berhasil kabur saat digerebek melakukan tranksaksi dengan tiga orang pemakai narkoba, yakni Parnes (35), Suardi (SRD), dan Ramli (RML), di Desa Lampe, Kecamatan Campalagian, Polman.
Kasat Narkoba Polres Polman AKP Yustinus mengatakan, pihaknya kini telah menyelidiki keberadaan OG. Hasil penyelidikan sementara, OG keluar masuk Sulbar membawa sabu.
"Barang haram tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa oleh OG. Jadi, selama ini OG memang kerap keluar masuk Sulbar membawa sabu,” ujar Yustinus, kepada wartawan, Selasa (26/3/2014).
Menurut dia, narkoba asal Malaysia tersebut dengan mudah masuk di Sulbar, khususnya Polman melalui Pelabuhan Mamuju. Akses keluar masuk di pelabuhan tersebut kurang ketat, sehingga penumpang yang membawa barang terlarang tidak terdeteksi.
Selain narkoba dari Malaysia, peredaran sabu di Polman juga berasal dari daerah tetangga, seperti Pinrang. Beberapa kasus narkoba yang ditangani, sumbernya hanya ada dua, yakni dari Malaysia dan Pinrang.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pemakai narkoba tertangkap saat hendak pesta sabu. Sehari sebelumnya, polisi telah mengamankan dua orang pengedar sabu, Kadir (37) dan Usran (URN) (35). Keduanya tertangkap di Dusun Landi Kanusu, Kecamatan Mapilli, Polman.
OG berhasil kabur saat digerebek melakukan tranksaksi dengan tiga orang pemakai narkoba, yakni Parnes (35), Suardi (SRD), dan Ramli (RML), di Desa Lampe, Kecamatan Campalagian, Polman.
Kasat Narkoba Polres Polman AKP Yustinus mengatakan, pihaknya kini telah menyelidiki keberadaan OG. Hasil penyelidikan sementara, OG keluar masuk Sulbar membawa sabu.
"Barang haram tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa oleh OG. Jadi, selama ini OG memang kerap keluar masuk Sulbar membawa sabu,” ujar Yustinus, kepada wartawan, Selasa (26/3/2014).
Menurut dia, narkoba asal Malaysia tersebut dengan mudah masuk di Sulbar, khususnya Polman melalui Pelabuhan Mamuju. Akses keluar masuk di pelabuhan tersebut kurang ketat, sehingga penumpang yang membawa barang terlarang tidak terdeteksi.
Selain narkoba dari Malaysia, peredaran sabu di Polman juga berasal dari daerah tetangga, seperti Pinrang. Beberapa kasus narkoba yang ditangani, sumbernya hanya ada dua, yakni dari Malaysia dan Pinrang.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pemakai narkoba tertangkap saat hendak pesta sabu. Sehari sebelumnya, polisi telah mengamankan dua orang pengedar sabu, Kadir (37) dan Usran (URN) (35). Keduanya tertangkap di Dusun Landi Kanusu, Kecamatan Mapilli, Polman.
(san)