Pasien DBD di RSU Tangerang merasa ditelantarkan
Selasa, 25 Maret 2014 - 09:03 WIB
Pasien DBD di RSU Tangerang merasa ditelantarkan
A
A
A
Sindonews.com - Setelah diketahui suspect menderita DBD, seorang warga Kota Tangerang malah disuruh mencari rumah sakit lain untuk mendapat perawatan. RSU Kota Tangerang berdalih, kamar perawatan di rumah sakit tersebut sedang penuh.
Berdasarkan keterangan kakak pasien Olman Simanjuntak, Kamsir, adiknya masuk ke RSU KOta Tangerang pukul 14.00 WIB, Senin 24 Maret 2014. Hingga malam, Olman disuruh menunggu di ruang UGD.
"Sudah mendapat penanganan medis di UGD, tapi pas malam disuruh cari rumah sakit lain, alasanya disini penuh," katanya di RSU Kota Tangerang.
Kamsir menyayangkan kenapa pemberitahuan untuk mencari RS lain tidak dilakukan sejak siang, apalagi ia membawa adiknya ke RSU Kota Tangerang dengan harapan mendapatkan pengobatan gratis, karena ia tidak punya biaya.
Dan hingga malam ini, adiknya masih dirawat di UGD dan tidak dipindah dalam kamar perawatan yang lebih baik.
Sementara itu, Direktur RSU Kota Tangerang, dr Ati Pamudji mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penanganan pasien sesuai SOP.
"Apapun kondisinya, kita tangani dulu, tapi ternyata memang kamar penuh," katanya ketika dihubungi, Selasa (25/3/2014).
Pihaknya, lanjut Ati, akhirnya meyarankan keluarga untuk mencari rumah sakit lain yang juga jadi rujukan program kesehatan gratis.
"Kami ikut kok membantu tapi memang belum dapat hingga saat ini," katanya.
Diakui Ati, pasien masuk sejak siang dan dirawat di UGD dan sementara belum mendapatkan kamar, pasien ini akan tetap dirawat di UGD dengan perawatan standar yang ada.
Berdasarkan keterangan kakak pasien Olman Simanjuntak, Kamsir, adiknya masuk ke RSU KOta Tangerang pukul 14.00 WIB, Senin 24 Maret 2014. Hingga malam, Olman disuruh menunggu di ruang UGD.
"Sudah mendapat penanganan medis di UGD, tapi pas malam disuruh cari rumah sakit lain, alasanya disini penuh," katanya di RSU Kota Tangerang.
Kamsir menyayangkan kenapa pemberitahuan untuk mencari RS lain tidak dilakukan sejak siang, apalagi ia membawa adiknya ke RSU Kota Tangerang dengan harapan mendapatkan pengobatan gratis, karena ia tidak punya biaya.
Dan hingga malam ini, adiknya masih dirawat di UGD dan tidak dipindah dalam kamar perawatan yang lebih baik.
Sementara itu, Direktur RSU Kota Tangerang, dr Ati Pamudji mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penanganan pasien sesuai SOP.
"Apapun kondisinya, kita tangani dulu, tapi ternyata memang kamar penuh," katanya ketika dihubungi, Selasa (25/3/2014).
Pihaknya, lanjut Ati, akhirnya meyarankan keluarga untuk mencari rumah sakit lain yang juga jadi rujukan program kesehatan gratis.
"Kami ikut kok membantu tapi memang belum dapat hingga saat ini," katanya.
Diakui Ati, pasien masuk sejak siang dan dirawat di UGD dan sementara belum mendapatkan kamar, pasien ini akan tetap dirawat di UGD dengan perawatan standar yang ada.
(ysw)