2 hari hilang, kakek ditemukan tewas di sungai
Senin, 24 Maret 2014 - 23:04 WIB
2 hari hilang, kakek ditemukan tewas di sungai
A
A
A
Sindonews.com - Setelah dua hari menghilang dari rumah, seorang kakek bernama Samiyono (60), warga Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, ditemukan tewas mengenaskan. Samiyono ditemukan terapung di sungai dekat Jalan Alteri Yos Sudarso, tepatnya dekat SPBU pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
“Tidak tahu siapa yang menemukan, tapi tadi melihat ada ramai-ramai saya langsung ke sini,” kata Parjan (35), salah seorang warga yang penasaran dengan penemuan mayat itu, Senin (24/3/2014).
Sementara itu, Istri Samiyono yang juga datang ke lokasi terkejut melihat suaminya sudah tidak bernyawa. Dia kemudian menangis tersedu di samping jenazah Samiyono. “Dia pergi dari rumah sejak dua hari lalu. Waktu itu saya sedang mencuci dan tahu-tahu dia sudah tidak ada di rumah,” kata Ny Samiyono.
Menurut dia, suaminya itu memang memiliki riwayat penyakit stroke. Dia menduga, Samiyono meninggal karena penyakitnya kambuh. “Suami memang memiliki penyakit stroke sejak lama, mungkin saat berada di sini penyakitnya itu kumat,” imbuhnya.
Tak lama kemudian, Tim Inafis Polrestabes Semarang bersama Petugas Polsek Semarang Utara mendatangi lokasi penemuan jenazah. Setelah melakukan identifikasi, jenazah dibawa ke rumah duka, di Bandarharjo Semarang.
Kapolsek Semarang Utara Kompol Budiman Gultom saat ditemui di lokasi mengatakan, hasil identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Diduga, Samiyono meninggal karena penyakit yang dideritanya.
"Tidak ada tanda penganiayaan di tubuh korban. Mungkin dia tercebur ke sungai saat memancing, karena penyakitnya kumat," tukasnya.
“Tidak tahu siapa yang menemukan, tapi tadi melihat ada ramai-ramai saya langsung ke sini,” kata Parjan (35), salah seorang warga yang penasaran dengan penemuan mayat itu, Senin (24/3/2014).
Sementara itu, Istri Samiyono yang juga datang ke lokasi terkejut melihat suaminya sudah tidak bernyawa. Dia kemudian menangis tersedu di samping jenazah Samiyono. “Dia pergi dari rumah sejak dua hari lalu. Waktu itu saya sedang mencuci dan tahu-tahu dia sudah tidak ada di rumah,” kata Ny Samiyono.
Menurut dia, suaminya itu memang memiliki riwayat penyakit stroke. Dia menduga, Samiyono meninggal karena penyakitnya kambuh. “Suami memang memiliki penyakit stroke sejak lama, mungkin saat berada di sini penyakitnya itu kumat,” imbuhnya.
Tak lama kemudian, Tim Inafis Polrestabes Semarang bersama Petugas Polsek Semarang Utara mendatangi lokasi penemuan jenazah. Setelah melakukan identifikasi, jenazah dibawa ke rumah duka, di Bandarharjo Semarang.
Kapolsek Semarang Utara Kompol Budiman Gultom saat ditemui di lokasi mengatakan, hasil identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Diduga, Samiyono meninggal karena penyakit yang dideritanya.
"Tidak ada tanda penganiayaan di tubuh korban. Mungkin dia tercebur ke sungai saat memancing, karena penyakitnya kumat," tukasnya.
(san)