Proyek metro kapsul tunggu 3 hal dari DKI
Selasa, 25 Maret 2014 - 07:12 WIB
Proyek metro kapsul tunggu 3 hal dari DKI
A
A
A
Sindonews.com - Hingga saat ini PT Perkakas Rekadaya Nusantara (PRN) masih menunggu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyetujui proyek metro kapsul. Pasalnya, perusahaan yang berasal dari Subang, Jawa Barat, ini masih menunggu tiga hal dari pemprov.
"Kita harus menunggu, konsep kita diterima atau enggak sama pemprov, jalur yang mana yang kita punya, dan kita harus lihat fisibility studies (FS)," kata Komisaris PT Perkakas Rekadaya Nusantara Djoni Rosadi saat dihubungi Sindonews, Senin 24 Maret 2014.
Selain itu dia juga mengatakan, pihaknya sudah memberitahukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama masalah anggaran yang akan dihabiskan dalam proyek tersebut.
"Sudah diberitahu ke Pak Gubernur (Jokowi) dan Wagub (Wakil Gubernur Ahok), ya (harganya) Rp114 miliar per kilometer, sudah semuanya termasuk tiang, jalan, metro itu sendiri. Nominal ini untuk single track," katanya.
Dia menjelaskan, salah satu trayek yang akan dilintasi adalah dari parkir Senayan hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) itu sekira 30 kilometer. Maka itu, dari Senayan ke Bandara Soetta membutuhkan 1.200 tiang dengan total harga Rp3,4 triliun.
"Per 25 meter dipasang satu tiang, kalau 100 meter berarti empat tiang, nah 1 Km berarti 40 tiang kalau yang bandara itu 30 Km berarti butuh 1.200 tiang," terangnya.
Harga itu memang lebih murah jika dibanding Jakarta Monorel yang menelan anggaran sebesar Rp3,9 triliun atau Rp4 triliun.
Baca:
Produsen metro kapsul klaim lebih murah
"Kita harus menunggu, konsep kita diterima atau enggak sama pemprov, jalur yang mana yang kita punya, dan kita harus lihat fisibility studies (FS)," kata Komisaris PT Perkakas Rekadaya Nusantara Djoni Rosadi saat dihubungi Sindonews, Senin 24 Maret 2014.
Selain itu dia juga mengatakan, pihaknya sudah memberitahukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama masalah anggaran yang akan dihabiskan dalam proyek tersebut.
"Sudah diberitahu ke Pak Gubernur (Jokowi) dan Wagub (Wakil Gubernur Ahok), ya (harganya) Rp114 miliar per kilometer, sudah semuanya termasuk tiang, jalan, metro itu sendiri. Nominal ini untuk single track," katanya.
Dia menjelaskan, salah satu trayek yang akan dilintasi adalah dari parkir Senayan hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) itu sekira 30 kilometer. Maka itu, dari Senayan ke Bandara Soetta membutuhkan 1.200 tiang dengan total harga Rp3,4 triliun.
"Per 25 meter dipasang satu tiang, kalau 100 meter berarti empat tiang, nah 1 Km berarti 40 tiang kalau yang bandara itu 30 Km berarti butuh 1.200 tiang," terangnya.
Harga itu memang lebih murah jika dibanding Jakarta Monorel yang menelan anggaran sebesar Rp3,9 triliun atau Rp4 triliun.
Baca:
Produsen metro kapsul klaim lebih murah
(mhd)