Produsen metro kapsul klaim lebih murah
Senin, 24 Maret 2014 - 16:32 WIB
Produsen metro kapsul klaim lebih murah
A
A
A
Sindonews.com - Upaya PT Perkakas Rekadaya Nusantara (PRN) untuk terlibat mengatasi macet di Jakarta nampaknya semakin intens. Untuk membuktikan pihaknya serius, Komisaris PT PRN mendatangi Balai Kota DKI Jakarta.
Menurut Djoni Rosadi, Komisaris PT PRN, teknis dari metro kapsul tidak memakai badan jalan yang terlalu lebar sehingga pembangunannya lebih efisien.
"Karena dimensinya kecil, metro kapsul tidak harus pakai pembebasan lahan. Bisa pakai trotoar-trotoar jalan saja. Kemudian median jalan, pembangunannya tidak akan menganggu seperti MRT yang memakan jalan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/3/2014).
Djoni mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja di malam hari sehingga tidak mengganggu kondisi lalu lintas di siang hari.
"Kalau kita akan kerja malam hari jam 10 malam sampai 5 pagi. Paginya sudah tiang-tiang sudah berdiri," jelasnya.
Disinggung mengenai penggunaan tiang-tiang monorel, Ia mengatakan tidak menggunakannya karena metro kapsul akan memabngunnya sendiri sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
"Kita tidak ingin bersinggungan dengan jalur monorel yang ada. Banyak jalur-jalur di Jakarta bisa dipakai untuk metro kapsul" terangnya.
Menurut Djoni Rosadi, Komisaris PT PRN, teknis dari metro kapsul tidak memakai badan jalan yang terlalu lebar sehingga pembangunannya lebih efisien.
"Karena dimensinya kecil, metro kapsul tidak harus pakai pembebasan lahan. Bisa pakai trotoar-trotoar jalan saja. Kemudian median jalan, pembangunannya tidak akan menganggu seperti MRT yang memakan jalan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/3/2014).
Djoni mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja di malam hari sehingga tidak mengganggu kondisi lalu lintas di siang hari.
"Kalau kita akan kerja malam hari jam 10 malam sampai 5 pagi. Paginya sudah tiang-tiang sudah berdiri," jelasnya.
Disinggung mengenai penggunaan tiang-tiang monorel, Ia mengatakan tidak menggunakannya karena metro kapsul akan memabngunnya sendiri sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
"Kita tidak ingin bersinggungan dengan jalur monorel yang ada. Banyak jalur-jalur di Jakarta bisa dipakai untuk metro kapsul" terangnya.
(ysw)