Kehidupan pedagang Blok G Tanah Abang masih nestapa
Senin, 24 Maret 2014 - 14:35 WIB
Kehidupan pedagang Blok G Tanah Abang masih nestapa
A
A
A
Sindonews.com - Enam bulan pasca dipindahkan, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kini menempati kios di blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih belum lepas dari sulitnya mencari rejeki. Bahkan sejak dipindahkan, ada PKL yang baru menjual tiga potong pakaian.
Kondisi tersebut dialami Evrita (38) pedagang pakaian di lantai 3 kios no. BCT 153 Blok G Tanah Abang. Penghasilan sebagai PKL sewaktu belum dipindahkan berbanding terbalik sesudah masuk ke kios.
"Sehari kalau dibawah (kaki lima) bisa dapat Rp800 ribu, sekarang enam bulan saja baru menjual tiga baju," katanya ketika ditemui Sindonews di kisonya, Senin (24/3/2014).
Sedikit beruntung dialami Sri Mulyani (57 pedagang pakaian yang menempati kios A LO3 ACT 099, Blok G Tanah Abang. Dalam sebulan, Sri bisa menjual 10 pakaian.
"Sehari belum tenmtu bisa menjual pakaian, bulan ini saja baru laku 10 potong," ujarnya.
Sepinya pengunjung di Blog Tanah Abang karena belum dilengkapi sarana penunjang. Apalagi pengelola pasar hanya bisa menjanjian tanpa kejelasan kapan janji tersebut terealisasi.
Kondisi tersebut dialami Evrita (38) pedagang pakaian di lantai 3 kios no. BCT 153 Blok G Tanah Abang. Penghasilan sebagai PKL sewaktu belum dipindahkan berbanding terbalik sesudah masuk ke kios.
"Sehari kalau dibawah (kaki lima) bisa dapat Rp800 ribu, sekarang enam bulan saja baru menjual tiga baju," katanya ketika ditemui Sindonews di kisonya, Senin (24/3/2014).
Sedikit beruntung dialami Sri Mulyani (57 pedagang pakaian yang menempati kios A LO3 ACT 099, Blok G Tanah Abang. Dalam sebulan, Sri bisa menjual 10 pakaian.
"Sehari belum tenmtu bisa menjual pakaian, bulan ini saja baru laku 10 potong," ujarnya.
Sepinya pengunjung di Blog Tanah Abang karena belum dilengkapi sarana penunjang. Apalagi pengelola pasar hanya bisa menjanjian tanpa kejelasan kapan janji tersebut terealisasi.
(ysw)