Asyik menelpon, warga Bogor tewas tertabrak KRL
Senin, 24 Maret 2014 - 12:58 WIB
Asyik menelpon, warga Bogor tewas tertabrak KRL
A
A
A
Sindonews.com - Asyik menelepon, seorang warga tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan kereta Kedungbadak, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Informasi diperoleh, kecelakaan itu terjadi sekira pukul 09.56 WIB, Senin (24/3/2014) saat pemuda yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya hendak menyeberang.
"Menurut sejumlah saksi mata, korban menyeberang rel sambil menelpon, sehingga tidak mendengar atau mengetahui KRL dari arah Jakarta ke Bogor akan melintas," kata Komandan ReguPolsuska, Stasiun Bogor, Agus Kusnadi di lokasi.
Agus juga menjelaskan bahwa korban terpental sejauh 100 meter dengan kondisi luka cukup parah di bagian kepala.
"Saat ini jenzah sudah di bawa ke rumah sakit PMI, Kota Bogor untuk di autopsi," paparnya.
Ada pun ciri-ciri korban, saat kejadian mengenakan celana jeans, kaos coklat, tinggi sekira 160 sentimeter serta berambut pendek.
"Di duga korban merupakan warga sekitar yang ingin melintas untuk beraktivitas," tambahnya.
Karta (35) warga Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor mengaku perlintasan kereta tanpa batas (telanjang) tersebut memang kerap digunakan warga untuk memotong jalan dari arah Soleh Iskandar menuju per empatan Jalan Baru.
"Kalau jalan memutar lebih memakan waktu, bila menyeberang rel lebih dekat," jelasnya.
Informasi diperoleh, kecelakaan itu terjadi sekira pukul 09.56 WIB, Senin (24/3/2014) saat pemuda yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya hendak menyeberang.
"Menurut sejumlah saksi mata, korban menyeberang rel sambil menelpon, sehingga tidak mendengar atau mengetahui KRL dari arah Jakarta ke Bogor akan melintas," kata Komandan ReguPolsuska, Stasiun Bogor, Agus Kusnadi di lokasi.
Agus juga menjelaskan bahwa korban terpental sejauh 100 meter dengan kondisi luka cukup parah di bagian kepala.
"Saat ini jenzah sudah di bawa ke rumah sakit PMI, Kota Bogor untuk di autopsi," paparnya.
Ada pun ciri-ciri korban, saat kejadian mengenakan celana jeans, kaos coklat, tinggi sekira 160 sentimeter serta berambut pendek.
"Di duga korban merupakan warga sekitar yang ingin melintas untuk beraktivitas," tambahnya.
Karta (35) warga Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor mengaku perlintasan kereta tanpa batas (telanjang) tersebut memang kerap digunakan warga untuk memotong jalan dari arah Soleh Iskandar menuju per empatan Jalan Baru.
"Kalau jalan memutar lebih memakan waktu, bila menyeberang rel lebih dekat," jelasnya.
(ysw)