Bekasi akan evaluasi shelter APTB
Senin, 24 Maret 2014 - 10:54 WIB
Bekasi akan evaluasi shelter APTB
A
A
A
Sindonews.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyesalkan, terbengkelainya shelter Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di Bekasi.
Menurutnya, pihaknya meminta Dishub untuk segera melakukan evaluasi dan segera menghidupkan kembali shelter itu.
”Saya dapat laporan, halte APTB terbengkelai, kami akan evaluasi,” katanya di kantor Pemkot Bekasi, Senin (3/3/2014).
Rahmat mengakui, untuk pembangunanya memang dianggarkan dari pusat dan dibangun Kementrian Perhubungan. Dengan adanya shelter APTB ini diharapkan masyarakat komuter mau menggunakan transportasi massal untuk ke tempat kerjanya.
Untuk diketahui, Pemerintah DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama mengentaskan kemacetan akibat kendaraan pribadi dengan membuat APTB di wilayah penyangga.
Karena, survei yang dilakukan Dishub, setiap harinya ada sekira 430 ribu perjalanan dari Kota Bekasi menuju Jakarta.
Paling banyak didominasi perjalanan menggunakan sepeda motor sekitar 51 persen, mobil 25 persen, kereta api 3,7 persen, angkutan umum (angkot) 15 persen dan sisanya sekitar 5,3 persen menggunakan angkutan lainnya.
Sebelumnya diberitakan, empat dari lima shelter APTB yang ada di Bekasi tidak pernah digunakan. Sejak dibangun, hanya shelter di area terminal Bekasi saja yang digunakan, sedang empat lainnya mangkrak.
Baca juga:
Shleter APTB di Bekasi mangkrak
Menurutnya, pihaknya meminta Dishub untuk segera melakukan evaluasi dan segera menghidupkan kembali shelter itu.
”Saya dapat laporan, halte APTB terbengkelai, kami akan evaluasi,” katanya di kantor Pemkot Bekasi, Senin (3/3/2014).
Rahmat mengakui, untuk pembangunanya memang dianggarkan dari pusat dan dibangun Kementrian Perhubungan. Dengan adanya shelter APTB ini diharapkan masyarakat komuter mau menggunakan transportasi massal untuk ke tempat kerjanya.
Untuk diketahui, Pemerintah DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama mengentaskan kemacetan akibat kendaraan pribadi dengan membuat APTB di wilayah penyangga.
Karena, survei yang dilakukan Dishub, setiap harinya ada sekira 430 ribu perjalanan dari Kota Bekasi menuju Jakarta.
Paling banyak didominasi perjalanan menggunakan sepeda motor sekitar 51 persen, mobil 25 persen, kereta api 3,7 persen, angkutan umum (angkot) 15 persen dan sisanya sekitar 5,3 persen menggunakan angkutan lainnya.
Sebelumnya diberitakan, empat dari lima shelter APTB yang ada di Bekasi tidak pernah digunakan. Sejak dibangun, hanya shelter di area terminal Bekasi saja yang digunakan, sedang empat lainnya mangkrak.
Baca juga:
Shleter APTB di Bekasi mangkrak
(ysw)