Shelter APTB di Bekasi mangkrak
Senin, 24 Maret 2014 - 10:29 WIB
Shelter APTB di Bekasi mangkrak
A
A
A
Sindonews.com - Shelter Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di Kota Bekasi terbengkalai. Dari enam halte APTB, hanya satu halte yang masih efektif digunakan yakni di Terminal Bekasi.
Ada empat jurusan dari Bekasi yang disediakan oleh APTB. Jurusan ini diantaranya adalah Bekasi-Tanah Abang, Bekasi-Bundaran HI, Bekasi-Dukuh Atas, dan Bekasi-Pulogadung. Dari empat jurusan ini, hanya satu yang paling banyak diminati yaitu Bekasi-Tanah Abang.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bekasi, Sopandi Budiman mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi penggunaan shelter APTB. Karena, sejak selesai dibangun tak pernah digunakan.
”Hanya satu yang digunakan di Terminal Bekasi,” katanya ketika dihubungi, Senin (24/3/2014).
Empat shelter itu diantaranya berada di Terminal Bekasi, Jalan Joyo Martono, Jalan Cut Meutia, dan Jalan Ahmad Yani. Saat ini, kata dia, kondisi shelter tersebut mangkrak dan jarang digunakan. Sehingga, pihaknya akan mengeveluasi dan segera menggunakan shelter tersebut.
Menurutnya, tak digunakannya shelter tersebut karena sepi peminat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi massal tersebut. Dari empat trayek yang ada saat ini, baru satu paling banyak diminati. Yakni, APTB Bekasi-Tanah Abang. Dishub mencatat sedikitnya 2.000 penumpang terangkut setiap harinya.
”Itu yang dioperasikan oleh PO Mayasari Bhakti. Karena manajemen mulai mengurangi operasional bus reguler P50 jurusan Bekasi-Tanah Abang,” ungkapnya.
Selain itu, pengaruh lainnya diduga karena diberlakukannya tiket terusan sebesar Rp 6.500 untuk bus APTB rute baru tersebut.
Harga tiket sebesar itu tak berselisih jauh dari harga karcis bus AC-52 jurusan Bekasi-Tanah Abang sebesar Rp6.000. Sedangkan, tiga trayek yang masih kurang diminati adalah, Bekasi-Bundaran Hotel Indonesia, Bekasi-Dukuh Atas, dan Bekasi-Pulogadung.
Tiga trayek tersebut dioperasikan oleh Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Sementara pemandangan itu bisa terlihat di shelter APTB di Jalan Ahmad Yani dijadikan tempat jualan oleh pedagang asongan. Selain itu juga digunakan tempat mangkal bagi pengamen jalanan.
Hal yang sama juga terlihat di Jalan Joyo Martono dan di Jalan Cut Meutia hingga saat ini terlihat tak beroperasi. Ditambah, APTB tersebut hanya melintasi shelter tersebut. Karena tidak ada masyarakat yang menunggu APTB di halte tersebut.
Ada empat jurusan dari Bekasi yang disediakan oleh APTB. Jurusan ini diantaranya adalah Bekasi-Tanah Abang, Bekasi-Bundaran HI, Bekasi-Dukuh Atas, dan Bekasi-Pulogadung. Dari empat jurusan ini, hanya satu yang paling banyak diminati yaitu Bekasi-Tanah Abang.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bekasi, Sopandi Budiman mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi penggunaan shelter APTB. Karena, sejak selesai dibangun tak pernah digunakan.
”Hanya satu yang digunakan di Terminal Bekasi,” katanya ketika dihubungi, Senin (24/3/2014).
Empat shelter itu diantaranya berada di Terminal Bekasi, Jalan Joyo Martono, Jalan Cut Meutia, dan Jalan Ahmad Yani. Saat ini, kata dia, kondisi shelter tersebut mangkrak dan jarang digunakan. Sehingga, pihaknya akan mengeveluasi dan segera menggunakan shelter tersebut.
Menurutnya, tak digunakannya shelter tersebut karena sepi peminat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi massal tersebut. Dari empat trayek yang ada saat ini, baru satu paling banyak diminati. Yakni, APTB Bekasi-Tanah Abang. Dishub mencatat sedikitnya 2.000 penumpang terangkut setiap harinya.
”Itu yang dioperasikan oleh PO Mayasari Bhakti. Karena manajemen mulai mengurangi operasional bus reguler P50 jurusan Bekasi-Tanah Abang,” ungkapnya.
Selain itu, pengaruh lainnya diduga karena diberlakukannya tiket terusan sebesar Rp 6.500 untuk bus APTB rute baru tersebut.
Harga tiket sebesar itu tak berselisih jauh dari harga karcis bus AC-52 jurusan Bekasi-Tanah Abang sebesar Rp6.000. Sedangkan, tiga trayek yang masih kurang diminati adalah, Bekasi-Bundaran Hotel Indonesia, Bekasi-Dukuh Atas, dan Bekasi-Pulogadung.
Tiga trayek tersebut dioperasikan oleh Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Sementara pemandangan itu bisa terlihat di shelter APTB di Jalan Ahmad Yani dijadikan tempat jualan oleh pedagang asongan. Selain itu juga digunakan tempat mangkal bagi pengamen jalanan.
Hal yang sama juga terlihat di Jalan Joyo Martono dan di Jalan Cut Meutia hingga saat ini terlihat tak beroperasi. Ditambah, APTB tersebut hanya melintasi shelter tersebut. Karena tidak ada masyarakat yang menunggu APTB di halte tersebut.
(ysw)