Bupati OKI kaji ulang pemekaran Pantai Timur
Minggu, 23 Maret 2014 - 15:10 WIB
Bupati OKI kaji ulang pemekaran Pantai Timur
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Pemekaran Pantai Timur menjadi kabupaten baru di Sumsel dengan memisahkan diri dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ternyata masih akan dikaji lagi oleh Bupati OKI Iskandar.
Walaupun rencana pemekaran tersebut sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) yang masih dalam pembahasan Kemendagri.
”Bukan saya tidak menginginkan pemekaran, tetapi memang saya belum mempelajari sepenuhnya, terkait rencana pemekaran itu, karena saya baru menjabat Januari 2014,” kata Bupati.
Menurut dia, pihaknya perlu mempelajari rencana pemekaran Pantai Timur itu, mengingat saat ini infrastruktur wilayah perairan itu dianggap belum memadai untuk menjadi kabupaten sendiri.
Faktor infrastruktur perlu dikaji ulang, karena lima kecamatan yang akan memisahkan diri itu didominasi oleh perairan. Sementara rencana ibu kotanya akan dipusatkan di Tulung Selapan.
”Warga Sungai Menang terutama dari Gajah Mati, Sungai Sibur, Sungai Ceper akan tambah jauh ke Tulung Selapan. Karena akan memutar dulu ke Kayuagung, begitu juga dari Air Sugihan tetap harus lewat Palembang dan beberapa wilayah lainnya, ini yang perlu kita pelajari lagi,” ungkapnya.
Sementara itu anggota DPRD OKI H Abdiyanto H Fikri bahwa satu-satunya cara untuk mempercepat pembangunan wilayah pesisir harus dimekarkan menjadi kabupaten baru.
”Rencana pemakaran inikan sudah puluhan tahun, dan melalui pembahasan yang matang, sehingga bupati tidak perlu kaji ulang lagi, saya pikir rencana pemekaran tidak bisa ditunda karena sekarang sudah masuk dalam RUU Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB),” katanya.
Walaupun rencana pemekaran tersebut sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) yang masih dalam pembahasan Kemendagri.
”Bukan saya tidak menginginkan pemekaran, tetapi memang saya belum mempelajari sepenuhnya, terkait rencana pemekaran itu, karena saya baru menjabat Januari 2014,” kata Bupati.
Menurut dia, pihaknya perlu mempelajari rencana pemekaran Pantai Timur itu, mengingat saat ini infrastruktur wilayah perairan itu dianggap belum memadai untuk menjadi kabupaten sendiri.
Faktor infrastruktur perlu dikaji ulang, karena lima kecamatan yang akan memisahkan diri itu didominasi oleh perairan. Sementara rencana ibu kotanya akan dipusatkan di Tulung Selapan.
”Warga Sungai Menang terutama dari Gajah Mati, Sungai Sibur, Sungai Ceper akan tambah jauh ke Tulung Selapan. Karena akan memutar dulu ke Kayuagung, begitu juga dari Air Sugihan tetap harus lewat Palembang dan beberapa wilayah lainnya, ini yang perlu kita pelajari lagi,” ungkapnya.
Sementara itu anggota DPRD OKI H Abdiyanto H Fikri bahwa satu-satunya cara untuk mempercepat pembangunan wilayah pesisir harus dimekarkan menjadi kabupaten baru.
”Rencana pemakaran inikan sudah puluhan tahun, dan melalui pembahasan yang matang, sehingga bupati tidak perlu kaji ulang lagi, saya pikir rencana pemekaran tidak bisa ditunda karena sekarang sudah masuk dalam RUU Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB),” katanya.
(sms)