Jokowi belum berhasil buat perubahan Jakarta
Sabtu, 22 Maret 2014 - 12:36 WIB
Jokowi belum berhasil buat perubahan Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus menuai polemik.
Salah satu pemicunya adalah pria asal Solo itu dianggap belum memiliki hasil kerja nyata untuk memperbaiki keadaan Jakarta.
"Saya selama ini mengkritik banyak hal yang pak Jokowi jalankan selama hampir 2 tahun tidak selesai, tidak berhasil," kata mantan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Didik J Rachbini usai menghadiri acara diskusi Sindo Trijaya, di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (22/3/2014).
Dia menyebutkan salah satu bukti ucapanya itu adalah mengenai tingginya volume kendaraan di Jakarta. Menurutnya setiap sepuluh tahun mobil masuk Jakarta naik hampir dua kali lipat, hal ini harus diantisipasi dengan kebijakan membatasi jumlah kendaraan.
"Yang ekstrim misalnya Singapura, kalau you (kamu) punya mobil kemudian mengganti, mobil yang pertama dihancurkan. Nah ini tidak ada, berarti kebijakan ini sudah gagal," ungkapnya.
Pada kesempatan itu dia juga mengingatkan, seharusnya Jokowi di awal memimpin Jakarta mengambil kebijakan yang bisa mengatasi macet dan banjir. Lanjutnya, Pemerintahan DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi belum ada langkah maksimal dalam mengatasi persoalan banjir Jakarta.
Bahkan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini membandingkan dengan kinerja Gubernur DKIsebelumnya yaitu Fauzi Bowo. Bagi Didik kinerja Gubernur DKI yang biasa disapa Foke itu lebih nyata ketimbang Jokowi.
Dia mencontohkan, pada tahun 2007 pada era kepemimpinan Fauzi Bowo dalam waktu singkat menghasilkan Banjir Kanal Timur (BKT). "Gubernur yang lama cepat bebaskan tanah, jadi itu kanal. Sama seperti yang Belanda bangun 100 tahun lalu. Sekrang apa yang ada?" tegasnya.
Sementara itu mengenai upaya Jokowi dalam menormalisasi waduk Rio-Rio Jakarta Timur, bagi Didik bukan kinerja yang bisa dibanggakan.
Alasannya melakukan normalisasi waduk dengan pengerukan sudah rutin dilakukan Fauzi Bowo hanya saja kurang terpublikasi media. "Itu mah ngeruk-ngeruk waduk dari dulu sudah ada tapi enggak dipublikasikan," tukasnya.
Berita:
Jokowi nyapres, harapan warga Jakarta pupus
Salah satu pemicunya adalah pria asal Solo itu dianggap belum memiliki hasil kerja nyata untuk memperbaiki keadaan Jakarta.
"Saya selama ini mengkritik banyak hal yang pak Jokowi jalankan selama hampir 2 tahun tidak selesai, tidak berhasil," kata mantan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Didik J Rachbini usai menghadiri acara diskusi Sindo Trijaya, di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (22/3/2014).
Dia menyebutkan salah satu bukti ucapanya itu adalah mengenai tingginya volume kendaraan di Jakarta. Menurutnya setiap sepuluh tahun mobil masuk Jakarta naik hampir dua kali lipat, hal ini harus diantisipasi dengan kebijakan membatasi jumlah kendaraan.
"Yang ekstrim misalnya Singapura, kalau you (kamu) punya mobil kemudian mengganti, mobil yang pertama dihancurkan. Nah ini tidak ada, berarti kebijakan ini sudah gagal," ungkapnya.
Pada kesempatan itu dia juga mengingatkan, seharusnya Jokowi di awal memimpin Jakarta mengambil kebijakan yang bisa mengatasi macet dan banjir. Lanjutnya, Pemerintahan DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi belum ada langkah maksimal dalam mengatasi persoalan banjir Jakarta.
Bahkan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini membandingkan dengan kinerja Gubernur DKIsebelumnya yaitu Fauzi Bowo. Bagi Didik kinerja Gubernur DKI yang biasa disapa Foke itu lebih nyata ketimbang Jokowi.
Dia mencontohkan, pada tahun 2007 pada era kepemimpinan Fauzi Bowo dalam waktu singkat menghasilkan Banjir Kanal Timur (BKT). "Gubernur yang lama cepat bebaskan tanah, jadi itu kanal. Sama seperti yang Belanda bangun 100 tahun lalu. Sekrang apa yang ada?" tegasnya.
Sementara itu mengenai upaya Jokowi dalam menormalisasi waduk Rio-Rio Jakarta Timur, bagi Didik bukan kinerja yang bisa dibanggakan.
Alasannya melakukan normalisasi waduk dengan pengerukan sudah rutin dilakukan Fauzi Bowo hanya saja kurang terpublikasi media. "Itu mah ngeruk-ngeruk waduk dari dulu sudah ada tapi enggak dipublikasikan," tukasnya.
Berita:
Jokowi nyapres, harapan warga Jakarta pupus
(kur)