Ahok akan seleksi preman untuk parkir meter
Jum'at, 21 Maret 2014 - 18:10 WIB
Ahok akan seleksi preman untuk parkir meter
A
A
A
Sindonews.com - Nampaknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta benar-benar akan merekrut preman untuk mengawasi parkir meter. Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah menetapkan kriteria preman mana saja yang bisa direkrut.
"Kita seleksi premannya, premannya harus punya KTP DKI kalau enggak ada ditangkap. Nanti dibantu juga sama Polda," katanya kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/3/2014)
Ahok melanjutkan bahwa kendala dari pelaksanaan parking meter adalah premanisme. Premanisme yang dimaksud oleh Ahok orang-orang yang ada dibelakang preman ini.
"Yang susah itu orang-orang dibalik premanisme ini, pasti ada bos-bos gitu atau ada oknum aparat, nah ini yang masih sulit" katanya.
Sebelumnya, Pemprov DKI berencana merekrut preman untuk mengawasi parkir meter di sejumlah kawasan. Untuk mengawasi tersebut, preman akan dibayar dengan upah 2 kali lipat UMP atau setara Rp4,8 juta.
Baca juga:
Preman di Jakarta mau digaji 2 kali UMP
"Kita seleksi premannya, premannya harus punya KTP DKI kalau enggak ada ditangkap. Nanti dibantu juga sama Polda," katanya kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/3/2014)
Ahok melanjutkan bahwa kendala dari pelaksanaan parking meter adalah premanisme. Premanisme yang dimaksud oleh Ahok orang-orang yang ada dibelakang preman ini.
"Yang susah itu orang-orang dibalik premanisme ini, pasti ada bos-bos gitu atau ada oknum aparat, nah ini yang masih sulit" katanya.
Sebelumnya, Pemprov DKI berencana merekrut preman untuk mengawasi parkir meter di sejumlah kawasan. Untuk mengawasi tersebut, preman akan dibayar dengan upah 2 kali lipat UMP atau setara Rp4,8 juta.
Baca juga:
Preman di Jakarta mau digaji 2 kali UMP
(ysw)