Alasan Transjakarta kenapa armada kerap mogok
Kamis, 20 Maret 2014 - 19:12 WIB
Alasan Transjakarta kenapa armada kerap mogok
A
A
A
Sindonews.com - Unit Pengelola (UP) Transjakarta berasalan, seringnya armada mengalami mogok disebabkan dari usia kendaran yang cukup tua. Saat ini terdapat 126 armada bus yang sudah melewati usia pemakaian dan terdapat di koridor II dan III.
Kepala UP Trasnjakarta, Pargaulan Butar Butar mengakui banyaknya armada yang mogok karena rata-rata usia bus tersebut sudah melampaui batas.
Seperti yang terjadi kemarin di Jalan S Parman, bus Transjakarta B 113 yang mogok di Jalan S Parman kemarin bukan karena gangguan mesin tapi karena engsel baut pintu terbuka lantaran bus sudah cukup tua.
"Umurnya sudah cukup tua, hampir delapan tahun melewati masa batas usia operasional yang hanya tujuh tahun," ungkapnya ketika dihubungi, Kamis (20/3/2014).
Pargaulan menjelaskan, dari seluruh koridor bus Transjakarta, hanya koridor II dan III yang banyak terdapat bus tua. Dilematisnya, jika bus tersebut berhenti operasi pasti bakal terjadi penumpukan penumpang.
Sebab, pihaknya belum bisa meremajakan lantaran lelang yang berada di perusahaan swasta masih dalam proses.
Diperkirakan, kata Pargaulan pada Agustus mendatang, sedikitnya akan datang 99 bus di Koridor II dan III. Sedangkan untuk di Koridor I akan datang sebanyak 59 bus.
"Ada 126 bus yang sudah tua di koridor II dan III. 20 diantaranya sudah tidak beroperasi. Kami sudah menambah 15 bus gandeng di Kalideres yang akan beroperasi di koridor III," ungkapnya.
Pargaulan menjelaskan, kondisi bus yang tua itu tentunya terus dalam pengecekan sebelum beroperasi. Untuk itu, para pengguna bus jangan takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pramudi-pramudi kami sudah terlatih. Jika ada yang tidak enak sedikit dengan kondisi bus, dia pasti akan berhenti," ungkapnya.
Kepala UP Trasnjakarta, Pargaulan Butar Butar mengakui banyaknya armada yang mogok karena rata-rata usia bus tersebut sudah melampaui batas.
Seperti yang terjadi kemarin di Jalan S Parman, bus Transjakarta B 113 yang mogok di Jalan S Parman kemarin bukan karena gangguan mesin tapi karena engsel baut pintu terbuka lantaran bus sudah cukup tua.
"Umurnya sudah cukup tua, hampir delapan tahun melewati masa batas usia operasional yang hanya tujuh tahun," ungkapnya ketika dihubungi, Kamis (20/3/2014).
Pargaulan menjelaskan, dari seluruh koridor bus Transjakarta, hanya koridor II dan III yang banyak terdapat bus tua. Dilematisnya, jika bus tersebut berhenti operasi pasti bakal terjadi penumpukan penumpang.
Sebab, pihaknya belum bisa meremajakan lantaran lelang yang berada di perusahaan swasta masih dalam proses.
Diperkirakan, kata Pargaulan pada Agustus mendatang, sedikitnya akan datang 99 bus di Koridor II dan III. Sedangkan untuk di Koridor I akan datang sebanyak 59 bus.
"Ada 126 bus yang sudah tua di koridor II dan III. 20 diantaranya sudah tidak beroperasi. Kami sudah menambah 15 bus gandeng di Kalideres yang akan beroperasi di koridor III," ungkapnya.
Pargaulan menjelaskan, kondisi bus yang tua itu tentunya terus dalam pengecekan sebelum beroperasi. Untuk itu, para pengguna bus jangan takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pramudi-pramudi kami sudah terlatih. Jika ada yang tidak enak sedikit dengan kondisi bus, dia pasti akan berhenti," ungkapnya.
(ysw)